Review Novel : Crooked House (Buku Catatan Josephine)

15.59


Crooked House (Buku Catatan Josephine)

Penulis             : Agatha Christie
Alih Bahasa     : Mareta
Sampul            : Staven Andersen
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Terbit              : Cetakan kesebelas, Juli 2017
Tebal Buku      : 272 Halaman


Sinopsis

Meski tinggal di rumah besar yang reyot, keluarga Leonides tampak bahagia. Tetapi semua itu berakhir ketika sang kakek, Aristide, tewas dibunuh.
Kecurigaan tertuju pada janda Aristide, yang usianya lima puluh tahun lebih muda, namun sebelum misteri terpecahkan, seorang anggota keluarga lagi terbunuh.
Charles Hayward, bujangan Inggris yang jatuh cinta pada Sophia Leonides, cucu Aristide, membantu mengungkapkan siapa sesungguhnya pelaku pembunuhan melalui sebuah buku harian.
***

Setiap orang di rumah ini punya kesempatan dan cara. Yang kuperlukan adalah motif.” –halaman 67
Tidak heran jika buku ini menjadi salah satu buku favorit dan buku terbaik bagi penulis. Banyak yang menyukai buku ini, karena kisah keluarga Leonides memang seseru itu! Kasus yang terjadi di keluarga Leonides ini diceritakan dari POV 1 versi Charles Hayward. Aku sebagai pembaca, seolah berperan sebagai Charles. Sosok ‘detektif baru’ yang berusaha memecahkan kasus dengan mendekati dan menemukan motif dibalik pembunuhan tersebut.

Keluarga Leonides ini sangat rumit. Agatha Christie kembali menghadirkan keterlibatan keluarga sebagai orang terdekat, sekaligus paling berbahaya dalam kasusnya. Setiap tokoh memiliki pandangan terhadap sosok Aristide, yang memungkinkan menjadi motif untuk merenggut nyawanya. Pengembangan karakternya sangat detail. Banyak karakter yang bersikap mengecoh, jadi agak sulit bagiku menyelami motif dan mengumpulkan bukti-bukti dengan menginterogasi semua anggota keluarga Leonides. Semuanya punya porsi yang pas, dan berpotensi untuk menjadi tersangka. Melihat dan mendengar pembelaan-pembelaan mereka membuat dugaanku berpindah-pindah.

Kisah ini bisa dikatakan ‘tanpa detektif’, hanya bersumber pada sebuah catatan. Tapi mampu mengungkap segalanya. Twistnya memang tidak terduga. Kaget banget saat tahu siapa korban selanjutnya. Analisa yang diungkapkan di akhir buku, benar-benar mencengangkan. Tidak terpikirkan sebelumnya bahwa “orang yang tepat” adalah orang yang justru tidak pernah aku curigai. Ia cerdas, motifnya pun sangat sederhana, tapi mengerikan!

Kisah thriller-detektif ini tentunya diberi sedikit bumbu romansa antara Sophia dan Charles, sehingga tidak melulu pusing dan tegang saat membaca. Endingnya menurutku terburu-buru. Yah, tapi aku sangat puas setelah menuntaskan misteri keluarga Leonides. Lega rasanya. Mengutip kata Sophia bahwa yang terbaik adalah yang telah terjadi.

Btw.. Covernya keren, simpel dan sangat menggambarkan cerita novel ini. Terjemahannya juga baik dan enak dibaca.  Novel ini adalah novel yang berkesan, salah satu karya Agatha Christie favoritku.

“Karena beginilah mimpi buruk. Berjalan diantara orang-orang yang kita kenal, memandangi wajah mereka, dan tiba-tiba saja wajah itu berubah –bukan orang yang kita kenal lagi –wajah seorang asing yang kejam...” –halaman 258

Review Novel : Purple Prose

17.09

Purple Prose

Penulis : Suarcani
Penyunting : Midya N. Santi
Penyelaras Aksara : Mery Riansyah
Perancang Sampul : Orkha Creative
Tebal buku : 304 halaman
Tahun terbit : 2018
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Blurb :

Tujuh tahun lalu kematian Reza membuat Galih lari ke Jakarta. Namun, penyesalan tidak mudah dienyahkan begitu saja. Ketika kesempatan untuk kembali ke Balu datang lewat promosi karier, Galih mantap untuk pindah. Ia harus mencari Roy dan menyelesaikan segala hal yang tersisa di antara mereka.


Roya begitu terkurung dalam perasaan bersalah. Kanaya, adiknya, menderita seumur hidup karena kekonyolannya tujuh tahun lalu. Roya merasa tidak memiliki hak untuk berbahagia dan menghukum dirinya secara berlebihan. Kehadiran Galih mengajarkan Roya cara memaafkan diri sendiri.

Saat karier Galih makin mantap dan Roya mulai mengendalikan haknya untuk berbahagia, karma ternyata masih menunggu mereka di ujung jalan.

***

Sejak baca The Stardust Catcher, aku langsung tertarik membaca semua karya Mbak Suarcani. Kali ini novel terbarunya, Purple Prose. Sebenarnya istilah Purple Prose ini masih asing bagiku. Awalnya aku bingung dengan kaitannya dengan novel ini, sampai akhirnya dijelaskan..

"Prosa ungu itu semacam kalimat berlebih yang sering muncul di sebuah buku, biasanya sih novel. Kalimat-kalimat yang boros kata, bertele-tele, rumit dan seakan menarik perhatian untuk dirinya sendiri." - hlmn. 162

"Itu juga terjadi pada kita, Ya. Kamu sama seperti aku. Sama-sama terjebak dalam kesalahan masa lalu. Jika disamakan dengan buku, berlembar-lembar kisah kita hanya dipenuhi oleh purple prose, oleh penggambaran rasa sakit dan sesal atas peristiwa itu. Padahal dalam lembar-lembar terbuang itu kita bisa maju selangkah, atau setidaknya berusaha untuk move on. Tapi kenyataannya kita nggak bisa." -hlmn 163


Covernya keren! Bernuansa ungu, yang sendu, menampilkan sosok Roya dan kebiasaannya menatap asap dupa sebagai healing terapi. Melihatnya aja udah seperti ikut terbawa. Purple Prose tetap khas Suarcani dengan jalinan kisah yang rapi, serta setting dan nuansa budaya Bali yang kuat.

"Sejujurnya aku sama sekali tidak pernah lupa hari itu, tidak pernah lupa pada kesalahanku, tapi aku tidak ingin penyesalan itu membuatku untuk hidup lebih baik" -hlmn.164


Purple Prose punya formula yg serupa dengan novel metropop beliau sebelumnya, Rule of Third, dimana tokohnya mengalami kejadian yang serupa, lalu bertemu dan saling mendukung. Purple Prose mengangkat tentang kehidupan anak muda yang bebas, terbelenggu oleh lingkaran setan yang akhirnya menyebabkan penyesalan dan dihantui oleh rasa bersalah di masa lalu.

Novel punya nuansa lebih dark dengan plot twist dan ending yang tidak terduga. Aku puas karena penulis mengungkapkan clue pelan-pelan, sambil terus membangun chemistry antara Galih-Roya. 

Galih sosok yang menyenangkan, usil, menarik sekaligus misterius. Sedangkan Roya cewek manis yang sering gugup, ceroboh, juga terkungkung dengan rasa bersalah di masa lalu. Berkenalan dengan mereka, membuatku ikut tersenyum bahagia, sekaligus getir. Mereka saling mendukung dan melindungi. Namun permainan karma membuat mereka tidak berdaya. 

Meskipun menurutku masih ada beberapa hal yang janggal dan seolah-olah disengaja. Overall, aku puas dengan Purple Prose. Permainan konflik dan emosinya mantap.

Bersama Galih dan Roya, pembaca diajak untuk belajar memaafkan, kembali melanjutkan hidup lebih baik dan menyelesaikan masa lalu dengan jujur dan bertanggung jawab.

"Karma itu seperti asap, Ya. Dia selalu ada di udara, walau tak terlihat. Ketika waktunya tiba, dia akan menagih pertanggungjawaban" -hlmn 289

Blogtour : Regretful

07.03

REGRETFUL

Penulis : Asyifashi
Penyunting : Herliana Isdianti
Penyelaras Aksara : Pricillia A.W
Desain Sampul :@riannon_unicorn
Penata Sampul : F. Aristaputra
Penerbit : Inari ( Imprint Penerbit Haru)
Tebal buku : 356 halaman
Tahun terbit : 2018

Blurb :
"Jika aku bisa memutar waktu, aku ingin menyadari kehadiranmu lebih cepat.."

Tawa Deeka itu menular. Kalian tidak mungkin bisa menahan tawa juga. Begitupun Nara, si cewek pintar penyuka kucing. Dunianya mendadak penuh tawa, sejak Deeka masuk ke dalam hidupnya.

Nara berani menghadapi trauma masa lalunya, hingga kemudian mengejar cita-citanya lagi sebagai penulis. Diam-diam Nara mulai melihat Deeka dengan cara berbeda.

Yang tidak Nara tahu, ada sebuah rahasia pahit yang tersembunyi di balik senyum hangat cowok itu. Rahasia pahit yang awalnya tak mampu Deeka ungkapkan, lantaran cowok itu tak ingin Nara sedih karenanya.

Tapi... serapat apapun suatu hal disembunyikan, pasti akan ketahuan juga, kan?
***

"Mengembuskan napas itu sama aja kayak melepas seribu kebahagiaan. Sayang banget, kan?" -hlmn 117

Duh, abis baca novel ini. Nggak bisa kalo nggak mengembuskan napas berat. Nyeseknya masih terasaa huhu..

Pertama kali nih baca novelnya kak Cipa. Mungkin ada yang udah mengenal beliau lewat wattpad? Novel Regretful ini diterbitkan oleh penerbit Inari.

Sejak baca prolog, aku udah tertarik. Novel ini punya premis menarik. Novel remaja bertema sick lit ini nggak cuma bikin senyum-senyum tapi juga menguras air mata.

Dengan POV3, novel ini diceritakan secara flashback. Nara dan Deeka pertama kali bertemu di SMA. Nara bukan tipikal cewek kebanyakan, dia tipikal cewek yang bisa dikatakan 'biasa' aja. Sedangkan Deeka, termasuk cowok populer di sekolah. Pertemuan dan perkenalan mereka juga bisa dikatakan tidak manis sama sekali. Namun lama kelamaan mereka bisa dekat dan saling mengenal satu sama lain.

Meskipun menurutku alurnya agak lambat, tapi aku menikmati cara penulis membangun chemistry antar tokoh menjadi kuat. Kehadiran tokoh pendukung juga sangat terlihat melengkapi cerita. Karakter tokohnya juga dibangun dengan baik.

Tokoh favoritku adalah Deeka. Nggak susah buat jatuh cinta sama cowok tipikal dia. Aku suka dengan semangatnya. Setelah berbagai hal yang dialaminya, dia tetap optimis dan terlihat ceria dan bahagia. Beruntung dia memiliki sahabat seperti Roni dan Nara yang selalu peduli padanya. Jangan lupa dengan keluarganya, mereka memang support system terbail Deeka. Suka deh dengan brotherhood Deeka dengan Indra dan Andra.

Novel ini menurutku termasuk dalam paket lengkap. Nggak hanya cerita tentang cinta, tapi juga arti persahabatan dan juga keluarga. Riset yang dilakukan juga sangat matang. Covernya kelam namun sangat pas dengan ceritanya. Aku masih menemukan beberapa kesalahan penulisan, tapi tidak terlalu mengganggu. Novel ini bisa dibaca oleh pembaca usia 15 tahun keatas. 

Saat berada di titik terendah sekalipun, jangan pernah patah semangat. Jangan hilang harapan, jangan pernah berhenti meraih mimpi. Jangan berhenti untuk menebarkan kebahagiaan. Meski kadang, bahagia mungkin seperti pelangi yang tidak bisa bertahan lama.

"Aku beruntung karena memoriku terisi dengan banyak sekali kenangan indah bersamamu. Walau sisanya memang sedikit menyakitkan, tapi aku tetap merasa beruntung. Terima kasih." -halaman 322

Blogtour : Song For Alice - Winner Announcement

23.13


Blogtour : Song For Alice

Winner Announcement



Holaaa.. Ada yang udah nungguin pengumuman pemenang giveaway di blogtour novel Song For Alice? Naaah.. di postingan ini kamu akan tahu siapa yang beruntung mendapatkan 1 eksemplar Novel Song For Alice dari Twigora. Tapi sebelum mengumumkan pemenangnya, aku mau mengucapkan terima kasih banget untuk semua yang sudah berpartisipasi di blogtour ini. Semuanya punya sesuatu hal yang spesial yang mengingatkan dengan seseorang yang disayang. Jujur, aku juga pernah mengalami hal-hal serupa dengan cerita teman-teman. Rasanya ada yang bikin rindu, bikin nangis dan bikin bahagia juga. Pengin deh menangin beberapa orang tapi sayangnya aku harus milih satu orang.
Oke deh langsung aja. Congratulation for…..

Delasyahma Amari
Twitter @syahmaamari_

Yeeay! Selamat kamu dapat novel Song For Alice dari Penerbit Twigora. Tolong segera konfirmasi data diri dengan mengirimkan email ke rinspiration95@gmail.com dengan subyek : “GA Song For Alice” dengan menyertakan nama lengkap, akun sosmed (twitter/IG), alamat lengkap serta no HP yang bisa dihubungi. Setelah hadiahnya diterima, harap memberikan konfirmasi kepada kami melalui sosial media. Kalau boleh minta review atau kesan-kesan saat membaca juga ya!

Ketinggalan ikut blogtour ini? Kamu bisa baca Tanya Penulis dan Review Novel Song For Alice. Aku juga mau ngucapin terima kasih juga buat Penerbit Twigora yang sudah mengajak aku bekerja sama di blogtour ini. Host blogtour yang lain, senang sekali bisa ikut berpartisipasi. Mohon maaf masih banyak kekurangan, semoga berkenan ya! Saran dan kritikmu sangat aku harapkan. Blogtour masih berlangsung lho, silahkan cek ke blog host lainnya.

Jangan lupa terus pantengin akun sosmedku, follow twitter @rinicipta dan IG @rinspirations. Follow juga blog rinspiration95.blogspot.com via GFC atau email. See you on another blogtour and giveaway! ^^



Blogtour : Song For Alice - Giveaway

15.58


BLOGTOUR-GIVEAWAY

SONG FOR ALICE


Hai.. Terima kasih sudah mengikuti blogtour Song For Alice di blog ini selama dua hari. Sudah baca post Tanya Penulis dan Review Novel kan? Post ini adalah post yang ditunggu-tunggu karena Twigora memberikan kesempatan untuk satu orang yang beruntung untuk mendapatkan novel ini secara cuma-cuma hanya dengan ikutan giveaway-nya! Perhatikan cara ikutannya ya
  •  Punya alamat pengiriman di wilayah Indonesia
  •   Follow kami via twitter @rinicipta, @windryramadhina dan @TWIGORA atau via instagram @rinspirations @beingfaye dan @TWIGORA
  •    Share link informasi blogtour giveaway ini via twitter atau share banner blogtour giveaway ini via IG (repost/regramm atau IG Story dengan membuat Sorotan di akunnya) dengan hastag #NovelSongForAlice #RinspirationsxTwigora. Jangan lupa mention/tag akunku saja.
  •      Jawab pertanyaan di kolom komentar blog ini dengan format nama, usia, nama akun sosial media yang digunakan untuk share (Twitter/IG), link share (IG/twitter) atau nama kolom sorotan di akunmu dan jawaban. Pertanyaannya : Sebutkan satu hal yang dapat mengingatkanmu pada orang tersayang! Boleh berupa benda, tempat, kegiatan dan sebagainya. Ceritakan kisahnya, ya!
  •       Giveaway ini berlangsung dari tanggal  28-4 November 2018 dan diumumkan segera setelah penutupan. Pemenang dipilih berdasarkan jawaban yang paling menarik dan partisipasinya dalam rangkaian blogtour. Pemenang akan aku hubungi via sosial media.
  •     Kalau ada pertanyaan, boleh kirim DM atau beri komentar pada postingan blogtour giveaway ini di IG/Twitter. Good luck!



Jangan lupa ikuti rangkaian blogtour novel Song For Alice, di beberapa blog berikut :

20 – 22 OKTOBER 2018 2018: ORINTHIA LEE

23 – 25 OKTOBER 2018:  LUCKTY GIYAN SUKARNO

26 – 28 OKTOBER 2018: PUTU RINI CIPTA RAHAYU (Kamu disini!)

29 – 31 OKTOBER 2018 : MELANI I. S

1 – 3 NOVEMBER 2018: AINI EKA

4 – 6 NOVEMBER 2018 2018: ILMI FADILLAH

7 – 9 NOVEMBER 2018 2018: KHAIRISA RAMADHANI PRIMAWESTRI


Blogtour : Song For Alice - Review Novel

17.31


BLOGTOUR-REVIEW NOVEL-PHOTO CHALLENGE

SONG FOR ALICE


Penulis          : Windry Ramadhina
Editor              : Rinandi Dinanta
Proofreader   : Christian Simamora
Desainer Sampul : Ade Ismiati Hakimah
Penata Letak : Ade Ismiati Hakimah
Penerbit         : Roro Raya Sejahtera
Tebal Buku   : 328 Halaman
Tahun Terbit : 2018
ISBN               : 978-602-51290-7-0
Harga             : Rp  85,000



SEPERTI APA CINTA MENINGGALKANMU
ADALAH SESUATU YANG TERAMAT SULIT KAU LUPAKAN.

Bagi Arsen, pulang berarti kembali pada Alice—perempuan pertama yang mencuri hatinya dua belas tahun lalu. Sore itu adalah pertemuan pertama mereka setelah lama tak bertemu. Arsen menarik Alice ke dalam pelukannya, berusaha mengingatkan perempuan itu pada sejarah mereka dulu. Namun yang membersit di benak Alice hanya sakit hati... ditinggal pergi Arsen di saat dia benar-benar jatuh cinta.

Memang benar, Alice selalu merindukan Arsen. Ketertarikan di antara mereka masih memercik api seperti dulu. Namun masa lalu adalah pelajaran yang teramat berharga bagi perempuan itu. Arsen adalah orang yang membuat Alice merasa paling bahagia di muka bumi, juga yang bertanggung jawab membuatnya menangis tersedu-sedu.

Sekuat tenaga Alice mencoba menerima kembali kehadiran Arsen dalam hidupnya. Membiasakan diri dengan senyumnya, tawanya, gerak-gerik saat berada di ruang tengah; bahkan harus meredam gejolak perasaan atas kecupan hangat Arsen di suatu malam. Terlepas dari kenyataan Arsen membuat Alice jatuh cinta sekali lagi, ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab: pantaskah laki-laki itu diberi kesempatan kedua?
***


“Kalau begitu, bersyukurlah kau hidup. Kau masih punya kesempatan untuk memperbaiki –apa pun yang ingin kau perbaiki” –halaman 62

Song For Alice adalah salah satu hasil dari proyek menulis novel bertema rock dari Roro Raya Sejahtera. Selain novel ini, ada dua novel lainnya yaitu Remuk Redam karya Christian Simamora dan String Attached karya Yoana Dianika. Musik rock menjadi latar belakang yang kuat bagi novel ini. Ingar bingar sangat terasa, tapi tetap tidak menghilangkan ciri khas cerita Windry Ramadhina, manis sekaligus sendu. Kisah yang diceritakannya selalu berkesan buatku.

Aku mengenal tulisan-tulisan Mbak Windry dari novel Interlude. Novel ini juga mengambil tema musik. Arsen Rengga mengingatkanku pada sosok Kai Risjad, tokoh utama dari novel Interlude. Kai dan Arsen sama-sama memegang gitar, meski berbeda aliran musik. Kai dengan band-nya yang mengusung musik Jazz dan Arsen tampil solo dengan musik rock. Tapi dari segi karakter, mereka juga berbeda. Arsen lebih santai, hobi bersenang-senang, sangat percaya diri, berbakat dan populer. Kehidupan Arsen juga tidak sekelam Kai.

Alice Lila, Alice dari Alice Cooper dan Lila dari “Lyla” Oasis. Karakternya juga berbeda dengan Hanna “Interlude”. Dia serius, keras kepala, galak tapi sebenarnya tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Dia mencintai musik klasik dan tidak bisa mendengarkan musik rock. Mereka berdua langsung membuatku jatuh cinta meski bertolak belakang.

Dengan tagline “mencintaimu adalah penantian yang panjang”, novel ini benar-benar mengisahkan kisah yang panjang. Aku mengikuti kisah Arsen-Alice, maju mundur dengan POV 3. Mbak Windry menuliskan dengan sangat detail, bagaimana mereka bertemu, tumbuh bersama hingga timbul konflik dan kembali lagi setelah bertahun-tahun berlalu. Kedekatan Arsen dan Alice berbeda dengan tokoh-tokoh novel Mbak Windry yang pernah aku baca. Aku sangat menikmati kebersamaan mereka, meski tidak mudah menahan marah dan rindu yang menjadi satu ketika Arsen kembali. Menyaksikan mereka kembali menghidupkan Lilt, dan menyadari perasaan satu sama lain. Aku bisa memahami mengapa mbak Windry sempat vakum menulis Song For Alice untuk sementara waktu, karena nyatanya aku juga sempat mengambil jeda saat membaca. Arsen dan Alice membuat hatiku porak poranda 😭

Untuk setting tempat dan waktu digambarkan dengan jelas. Tokoh-tokoh lain punya porsi yang pas. Mar, yang cerewet tapi jenius dan bisa diandalkan. Begitu pula dengan Len, Rik dan O. Beruntung Arsen memiliki mereka. Terutama Len, aku menunggumu di buku selanjutnya. Hehe.. Novel ini bisa dibaca oleh pembaca usia 13 tahun ke atas ya. Meski menurutku perlu lebih bijak menanggapi beberapa part kebersamaan Arsen-Alice yang kadang bikin tersipu juga *eh*

Aku suka dengan premis novel ini. Cerita cinta, keluarga dan persahabatan yang mungkin pernah kita rasakan. Tidak selamanya kehidupan berjalan seperti yang kita inginkan. Mungkin jika sudah pada titik itu, kita akan berbalik untuk merenungkan berbagai hal. Kita mungkin pernah membuat kesalahan, belum tentu tak termaafkan. Selagi masih ada kesempatan, jangan pernah sia-siakan.

 “Aku pernah meninggalkanmu. Aku tidak akan melakukan kesalahan itu lagi. Kau tidak harus memercayaiku saat ini juga. Aku hanya ingin kau meberiku kesempatan untuk menunjukkan kepadamu bahwa aku sungguh-sungguh, bahwa aku menyayangimu..” –halaman 190

PHOTO CHALLENGE


Salam sayang, Alice KW Super 😀






Blogtour : Song For Alice - Tanya Penulis

15.54


BLOGTOUR – TANYA PENULIS

SONG FOR ALICE



Hai.. Selamat datang di blog-ku!
Ada yang kangen dengan blogtour? Senang sekali, aku dapat kesempatan lagi untuk nge-host blogtour yang diadakan oleh Twigora. Novel yang akan aku bagikan kali ini adalah novel Song For Alice karya Windry Ramadhina.

Blogtour ini berlangsung dari tanggal 26-28 Oktober 2018. Selama blogtour berlangsung akan ada Tanya Penulis, Review Novel dan Giveaway. Jadi pastikan kamu mengikuti rangkaian blogtournya sampai selesai ya! Sebelum kenalan sama novelnya, boleh dong kenalan dulu sama penulisnya? Pasti udah pada kenal dong dengan Mbak Windry?


Tentang Penulis:
WINDRY RAMADHINA lahir dan tinggal di Jakarta; percaya atau tidak, mampu mendengarkan berbagai bentuk rock, yang paling keras sekalipun. Dia menulis fiksi sejak 2007. Buku-bukunya banyak bercerita tentang cinta, kehidupan, impian, dan harapan. Song for Alice adalah bukunya yang kesebelas.

Windry suka membaca surat dan menjawab pertanyaan. Dia bisa dihubungi lewat e-mail windry.ramadhina@gmail.com, Instagram @beingfaye, atau blog www.windryramadhina.com

Berikut petikan wawancara dengan Mbak Windry seputar proses kreatif penulisan novel Song For Alice :
Q : Apa sih keistimewaan Arsen-Alice dibandingkan dengan tokoh-tokoh novel lain yang pernah Mbak tulis?
A :
Mereka tokoh-tokoh dengan sifat, minat, dan latar belakang yang belum pernah saya tuliskan sebelumnya. Arsen tipe pemuda bandel yang suka bersenang-senang. Sebelumnya, memang ada pemuda bandel dalam novel saya yang lain. Tetapi, Arsen tidak memiliki latar belakang gelap. Itu membuatnya lebih menyenangkan. Saya pribadi menyukainya. Dia memberi nuansa cerah dalam cerita. Alice pun demikian. Dia tidak memiliki kebencian terhadap kehidupan. Dia kaku, terlalu serius, dan galak, tetapi tidak gelap. Saya paling suka sifatnya yang sulit mengekspresikan perasaan. Dia kerap berlaku berkebalikan dari apa yang sebenarnya ada di hatinya. Minat musik Arsen dan Alice yang bertolak belakang membuat proses menulis lebih asyik lagi. 
Tetapi, yang paling menarik tentang Arsen dan Alice bagi saya adalah kenyataan bahwa mereka saling mengenal sejak kecil. Mereka tidak memiliki hubungan darah, tetapi tumbuh dan menjadi dewasa bersama. Arsen tinggal di bangunan tambahan di halaman belakang rumah kakek Alice. Kedekatan mereka melebihi tokoh-tokoh saya yang lain. Perasaan mereka berkembang jauh lebih awal dan untuk waktu yang sangat lama.

Q : Apa yang Mbak Windry lakukan pertama kali ketika kembali menuliskan kisah Arsen-Alice setelah lama vakum?
A : Membaca ulang naskah dari bab pertama. Saat saya meninggalkan sebuah naskah terlalu lama, biasanya saya kehilangan rasa. Saya tidak lagi terikat secara emosional terhadap naskah tersebut. Dan, saya juga tidak lagi familier dengan nuansa ceritanya. Dengan membaca ulang, saya bisa mendapatkan semua itu kembali.

Q : Sebelumnya kan Mbak sudah pernah menulis cerita latar belakang musik Jazz, sedangkan di novel ini musik Rock. Adakah kendala saat riset dan menuangkan kedalam cerita ini?
A : Saya tidak akan menyebutnya kendala. Mungkin lebih tepat disebut tantangan. Sama seperti sebelumnya, saya mencari informasi mengenai musik rock. Saya mendengarkan lagu-lagu rock, mengikuti perjalanan musisi yang direkam dalam dokumenter, dan mencoba memahami karakter mereka. Saat menulis, saya memasukkan detail-detail yang bisa membangun karakter tersebut. Seperti, gaya berpakaian, alat musik yang digunakan, situasi di panggung, nuansa di studio latihan, dan semacamnya.

Q : Hal yang paling menjadi favorit mbak dari novel Song For Alice?
A : Hal paling favorit bagi saya dari Song for Alice adalah momen-momen kebersamaan terakhir  Arsen-Alice. Sampai saat ini saya masih tersenyum jika mengingatnnya. Walau apa yang terjadi setelah itu membuat saya menangis, saya akan kembali merasa hangat setiap mengenang kebersamaan mereka.

Q : Arti kesempatan kedua bagi seorang Windry Ramadhina?
A : Seringkali, kita membuat kesalahan yang kemudian kita sesali. Kita berharap bisa memutar waktu kembali dan memilih jalan yang berbeda. Tetapi, waktu tidak mungkin berputar ulang dan kesempatan kedua adalah sesuatu yang belum tentu bisa didapatkan oleh setiap orang. Jadi, saat kita mendapatkan kesempatan kedua, jangan pernah menyia-nyiakannya. Jika ada yang bisa kita perbaiki, maka lakukan. Jika ada seseorang yang pernah kita kecewakan atau impian yang pernah kita tinggalkan, maka kembali. Hidup ini singkat dan kita tidak pernah tahu kapan ia akan berakhir.


Jangan lupa ikuti rangkaian blogtour novel Song For Alice, di beberapa blog berikut :

20 – 22 OKTOBER 2018 2018: ORINTHIA LEE

23 – 25 OKTOBER 2018:  LUCKTY GIYAN SUKARNO

26 – 28 OKTOBER 2018: PUTU RINI CIPTA RAHAYU (Kamu disini!)

29 – 31 OKTOBER 2018 : MELANI I. S

1 – 3 NOVEMBER 2018: AINI EKA

4 – 6 NOVEMBER 2018 2018: ILMI FADILLAH

7 – 9 NOVEMBER 2018 2018: KHAIRISA RAMADHANI PRIMAWESTRI