Review Novel : Then I Hate You So

03.38

Then I Hate You So




Penulis             : Andry Setiawan
Penyunting      : Tia Widiana
Desain Cover  : Dedy Andrianto
Ilustrasi Isi      : Tomoyuki Nokui
Penerbit           : Penerbit Haru
Tahun Terbit    : 2012
Tebal Buku      : 319 Halaman


Suatu malam aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu..
Saat aku menyadari hal itu, kau tiba-tiba menghilang..

            Semuanya berawal dari bencana tsunami yang mengguncang Jepang. Itoyama Luca mengira sudah memiliki segalanya. Kepintaran, karir yang sukses bahkan tampang yang keren. Tapi semuanya seolah tidak berarti setelah bencana itu. Kekacauan di Jepang membuat perasaan yang sempat menghilang muncul kembali. Dan takdir pun menuntunnya menyelesaikan perasaan anehnya itu.
     Han Naran, model cantik yang wajahnya mengiasi papan iklan Korea itu berhasil menyembunyikan isi hatinya selama tujuh tahun. Bencana alam Jepang membuat perasaan itu bangkit kembali dan malah semakin menggebu.
***

            Jika bercerita cita rasa, novel ini seperti novel terjemahan dari Penerbit Haru yang lainnya. Padahal sebenarnya novel ini ditulis oleh penulis Indonesia. Pengalaman beliau tinggal beberapa tahun di Jepang, pengalaman mengalami gempa serta merasakan kekacauan setelah kejadian itu membuat novel ini terasa sangat nyata. Meski alurnya agak lambat di awal-awal bab, tapi akhirnya mulai ‘greget’ setelah ada bab flashback. Ceritanya cukup mudah ditebak, tapi ada twist tidak terduga yang dibuat oleh penulis. Hanya saja aku masih belum sepenuhnya memahami, kenapa Naran bersikap ketakutan pada Luca pada awalnya?
            Novel ini tidak sepenuhnya menggunakan setting Negara Jepang tetapi juga Negara Korea Selatan. Penggambaran deskripsinya kuat, termasuk dengan bahasa yang digunakan, dilengkapi dengan footnote. Penggembaran pekerjaan Naran sudah cukup bagus, tapi pekerjaan Luca sepertinya perlu dieksplor lebih banyak lagi. Dalam penulisan, masih ada beberapa kesalahan penulisan maupun inkonsistensi penggunaan nama tokoh. Nama Luca Itoyama sering dituliskan terbalik. Pada bab terakhir yang sudah menggunakan nama Nana, masih sering dituliskan dengan nama Naran.

            Covernya yang manis serta kisah tentang masa lalu, cinta dan dendam jadi daya tarik utama novel ini. Kisahnya yang sederhana digambarkan dengan apik. Pecinta drama Korea atau Jepang pasti sangat menikmati kisah Luca dan Naran ini. Tiga bintang untuk perkenalan pertamaku dengan karya kak Andry ini. Then I Hate You So merupakan novel pertama yang ditulis oleh Kak Andry. Karya beliau lainnya adalah Ojou! (2013), When The Star Falls (2015) dan Sayap-Sayap Kecil (2015).

Review Kumcer : Ladies' Journey

05.58

LADIES’ JOURNEY
Karena setiap perjalanan menyimpan cerita…



Penulis             : Lala Purwono, Triani Retno, Icha Ayu, Nimas Aksan, Yuska Vonita,
                           Eva Sri Rahayu, Theresia Anik, Lygia Pecanduhujan, Judith Hutapea,
                           Tikah Kumala, Mpok Mercy Sitanggang, Widya Ross, Ririe Rengganis
Editor              : Herlina P. Dewi
Proofreader     : Tikah Kumala
Layout Isi        : DeeJe
Desain Sampul: Teguh Santosa
Penerbit           : Stiletto Book
Tebal Buku      : 168 halaman
Tahun Terbit    : Juni, 2013
Fiksi-Kumpulan Cerita Pendek


Setiap perjalanan menyimpan cerita : kepedihan, kekecewaan, kehangatan, ataupun kebahagiaan. Begitulah kisah-kisah yang terangkum dalam buku ini. Mereka meninggalkan rumah untuk mencari kepastian, mencari cinta, menemukan jati diri atau bahkan untuk kabur dari hiruk-pikuknya hidup.
Beberapa perempuan menempuh jarak dan waktu, demi cinta. Di sudut Jakarta, Lina harus menabung keberanian untuk kembali pulang dengan sekoper kesedihan. Sementara Clara menemukan dirinya kembali di negeri antah-berantah. Perempuan lainnya sibuk membuang masa lalu dan mulai mengoleksi kepingan-kepingan masa depan.
Kisah dalam buku ini akan mengantarkanmu menjelajah waktu dan menelusuri kenangan, karena setiap perjalanan menyimpan cerita.
***

Perjalanan itu petualangan. Kayak ngumpulin kenangan. Lewat perjalanan. Aku mengenali diri dan sekitar –hlmn.86 (Perjalanan Kenangan – Eva Sri Rahayu)

Buku ini bukanlah buku kumpulan cerpen pertama yang kubaca, tapi merupakan buku dengan jumlah kontributor terbanyak. Beberapa diantara kontributor kumpulan cerpen ini adalah seorang penulis yang telah menghasilkan tulisan dalam bentuk novel. Aku juga pernah membaca tulisan mereka. Dalam antologi ini, semua kontributor melebur jadi satu. Bercerita tentang makna perjalanan yang mengubah dunia mereka. Menjadi lebih baik, atau bahkan lebih buruk.
Selain kisah Lana dan Clara yang dimunculkan dalam blurb, ternyata masih banyak kisah yang menginspirasi lainnya. Aku terkesan dengan kisah Keala dan Zelmania. Latar belakang perempuan-perempuan yang menjadi tokoh tiap cerpen beraneka ragam. Karakter mereka digambarkan tangguh tapi rapuh. Setting tempat yang muncul juga bermacam-macam, mulai dari dalam hingga luar negeri. Beberapa cerpen beralur cepat, ada pula yang ending-nya kurang gereget. Penggunaan POV yang dominan POV1 membuat pembaca seolah-olah menjadi tokoh langsung, melakukan perjalanan dan menemukan makna dari perjalanan itu.

“Aku bertemu pelangi, aku bertemu hujan yang merindukan bumi. Aku bertemu timur dan barat. Aku menjumpai banyak sosok yang berperan penting dalam perjalanan hidupku. Dan aku menjumpainya..” –hlmn. 142 (Aku Pasti Kembali – Lygia Pecanduhujan)

Setiap perjalanan selalu memiliki makna. Dalam kumpulan cerpen kisah perjalanan perempuan-perempuan hebat ini, terangkum tentang makna kehidupan secara keseluruhan. Perjalanan membuat mereka lebih mengenali diri sendiri, bertemu dengan orang dan lingkungan baru, membenahi dirinya menjadi lebih baik dan melupakan segala sesuatu yang tidak menyenangkan dalam hidup.

Haru, lucu, menggebu-gebu. Semuanya solid menjadi satu dan menginspirasi semua pembaca, utamanya para perempuan. Mungkin sebuah perjalanan dapat menjadi pilihan bagimu yang perlu perubahan bermakna dalam hidup. Karena sejatinya, setiap perjalanan pasti punya tujuan dan yang terpenting bukanlah tujuannya tapi proses menuju tujuan itu sehingga kita bisa memaknai perjalanan sebagai proses yang menyenangkan. Jangan lupa bawa serta buku ini sebagai teman dalam setiap perjalanan untuk sebuah perubahan!

Resensi ini diikutsertakan pada campaign #AkuCintaBuku bersama Stiletto Book  dan Riawani Elyta 

Review Novel : The Stardust Catcher

02.22

The Stardust Catcher

Penulis                         : Suarcani
Editor                          : Didiet Prihastuti
Desain Sampul            : Orkha Creative
Tahun Terbit                : 2016
Tebal buku                  : 184 halaman
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama
Young Adult

“Apa harapanmu tahun ini?”
Joe : Punya alternatif lain untuk berbahagia selain dengan mencari pasangan.
Mela : Mendapat tambahan umur setidaknya empat tahun lagi, yah.. biar bisa main remi lebih lama lagi sih

Bermula dari secarik kertas dalam jaket di commuter line, Joe dan Mela bercengkerama lewat ask.fm. Selama setahun, hanya lewat media sosial itulah mereka berhubungan. Hingga Joe tertinggal rombongan saat liburan bersama teman-teman kuliahnya. Ia tersesat di Bali. Sendirian.
Saat itulah Sally Cinnamon mncul dan mengaku sebagai peri yang akan mempertemukan Joe dengan jodohnya. Wait, peri jodoh? Yang benar saja?
Ditemani Sally, Joe berusaha mencari rombongannya. Petualangan yang mempertemukannya dengan Mela, si spa therapist yang sekarat.
Apakah Mela jodoh yang dimaksud Sally? Apakah Joe benar-benar tersesat dan bukannya sengaja menghilang karena protes akan perceraian orang tuanya?
***

“Yang Joe tidak ketahui, ketika pintu kereta kembali menutup setelah meludahkan tubuhnya, kertas dalam jaket itu lenyap dengan sendirinya” -9
Ada yang berbeda dengan perjalanan Joe hari itu. Bukan karena suasana commuter line yang lengang, tidak seperti biasanya. Tapi karena ia menemukan sebuah kertas di dalam sebuah kantong jaket seseorang yang tertinggal disana. Sebuah kertas berisikan kutipan percakapan seseorang bernama stardustscatcher di ask.fm. Joe membaca setiap percakapan dan menyimpan nama itu di otaknya. Tanpa Joe ketahui, nantinya nama itulah yang mengubah hidupnya. Tapi benarkah kertas itu adalah bagian dari sebuah misi?
“Entahlah, Joe sendiri bahkan tidak tahu apa yang harus dia harapkan. Mama dan Papa batal bercerai? Itu rajukan kosong” -14
Kepergian Joe untuk berlibur ke Bali, sebenarnya hanya untuk mengalihkan pikirannya yang kacau. Rumahnya sepi, hubungan kedua orang tuanya tidak harmonis sehingga memilih untuk bercerai. Sementara Mela, seorang spa therapist di daerah Ubud yang lucu dan ceria, juga menyimpan masalah yang tak kalah besarnya. Bagaimana cara Sally mempertemukan Joe dan Mela?
***

“Kehidupan memang begini. Beberapa orang memang memiliki jalan yang lurus. Nah, orang-orang terpilih seperti kita akan dihadapkan pada kondisi tertentu yang berbeda. Pada akhirnya ini akan membuat kita lebih kuat daripada yang lain” –halaman 169
Mengejutkan! Membaca novel ini seperti dapat pengalaman menakjubkan di setiap halamannya. Cara pertemuan yang sama sekali tidak romantis bagi pasangan yang ‘berjodoh’. Novel ini diceritakan dengan POV3 yang luwes. Meskipun keberadaan Sally, lebih akrab dengan Joe. Mengutip kalimat di halaman 182 bahwa pertemuan karena insiden itu bisa jadi awal dari pertemuan-pertemuan yang tidak terduga selanjutnya. Seperti itulah yang dialami oleh Joe, Mela dan Sally.
Dengan mengambil setting di daerah Bali, mulai dari Denpasar-Badung-Tabanan-Singaraja-Ubud, membuat pembaca secara tidak langsung mengeksplor Bali lebih banyak lagi. Meskipun tidak melalui tempat-tempat wisatanya. Petualangan Joe terasa sangat nyata bagiku, karena sebagian besar tempatnya kuketahui. Jadi tidak sulit berimajinasi dan merasakan apa yang dialami oleh Joe dan Mela ketika membaca novel ini.
Karakter tokoh dalam novel ini sangat bertolak belakang, tapi bisa dihidupkan oleh penulis. Joe sangat keras kepala, Mela yang lucu dan ceria. Selain itu keberadaan Sally, seorang peri yang sifatnya kekanakan membuat kisah ini semakin berwarna. Selipan unsur fantasi yang diluar nalar juga mendukung cerita ini. Keberadaan Sally membuatku bertanya-tanya mungkinkah Sally yang disebutkan itu adalah Sally yang sama atau kebetulan sama? Oya.. di akhir cerita juga bakal ada bonus yang bikin kamu makin merasa greget! Nggak nyangka aja kalau kisah ini akan menjadi begitu.
Seperti biasa, novel lini Young Adult GPU selalu menyajikan cerita menarik yang beda dari biasanya. Dengan jumlah halaman novel yang cukup tipis ini, tapi tidak mengurangi keseruan dan makna dari cerita yang ingin disampaikan oleh penulis. Novel ini memberikan inspirasi, direkomendasikan bagi kamu yang sering merasa bahwa hidup ini tidak adil! Semoga setelah membaca, merasa tergugah ya. Atau kalau kamu bertanya-tanya apakah kamu juga memiliki seorang peri jodoh? Apakah suatu saat peri jodoh itu akan menampakkan diri jika jodohmu sudah dekat? Kayaknya kamu harus ‘order’ khusus buat titip pesan lewat Sally sama ibu peri Suarcani nih. Hahaha..
Novel ini adalah novel kedua karya Suarcani yang lahir melalui GWP (Gramedia Writing Project). Sebelumnya, beliau juga pernah menjuarai kontes menulis sekaligus menerbitkan novel yang berjudul Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta.