Review Novel : Athena

01.41

ATHENA : EUREKA!

Penulis : Erlin Natawiria
Penerbit         : Gagas Media
Editor : Nico Rosady & Jie Effendie
Proofreader : Patresia Kirnandita
Penata Letak : Landi A. Handwiko
Desain Sampul : Jeffri Fernanfo
Ilustrasi Isi : Ayu Laksmi
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : 280 halaman


Satu insiden kecil di losmen mempertemukan Widha dengan Nathan. Mereka menjadi rekan seperjalanan; menyusuri Agora, Plaka, lalu ikut larut dalam keriaan sepasang pengantin baru di Rafina. Rasa bertumbuh seiring kaki-kaki mereka melangkah, dan binar terpercik setiap kali keduanya berserobok pandang.

Namun, di sebuah kios buku kuno di Monastiraki, Widha melihat hantu masa lalunya. Seseorang yang tidak seharusnya hadir di kota impiannya. Sosok yang gagal dia lupakan. Setiap tempat punya cerita. Di antara puing-puing kuil Parthenon, ada reruntuhan hati yang siap dibangun kembali.
***
“Entah dunia ini yang semakin sempit atau ada konspirasi dibalik pertemuan yang tidak terduga ini” -halaman 192

Kesan pertama setelah membaca novel ini adalah kebetulan. Selalu ada kebetulan yang menguatkan pernyataan bahwa dunia ini memang sempit, dan segala sesuatu yang ada didalamnya saling berhubungan. Setiap tokoh meninggalkan negaranya untuk pergi ke Athena, Negara bagian Eropa yang sangat jauh dan tidak lazim menjadi tempat yang sekedar ‘tujuan wisata’.

Widha, mahasiswa semester akhir yang memiliki mimpi gila! Ia rela menyisihkan uang beasiswanya demi menjelajahi kota sang dewi kebijaksanaan demi mewujudkan impian masa kecilnya serta mending kakak kembarnya. Nathan, guru bahasa Indonesia di Australia yang ‘melarikan diri’ ke Athena dan terlibat petualangan dengan Widha, yang ditemuinya secara tidak sengaja. Dan, tentu saja hantu yang berasal dari masa lalu Widha, Wafi yang berada di Athena karena mengikuti festival musik.

Overall, Novel ini sangat menarik. Tidak banyak yang mengangkat Athena sebagai setting dalam sebuah cerita fiksi. Dari Widha, aku juga banyak belajar mengenai Athena. Ya, setiap tempat memang punya ceritanya tersendiri. Aku suka karena pengetahuan yang diselipkan di cerita ini bisa memperkaya wawasanku. Ya, walaupun aku harus jujur kadang membosankan juga kalo pengetahuannya lebih ditonjolkan daripada cerita tokohnya. Settingnya mengambil tempat-tempat eksotik yang disebutkan dan lagu-lagu yang menjadi soundtracknya langsung bikin aku kepo! Mari searching pemirsah ~

"Perjalanan ke plaka sama melelahkannya dengan agora. Namun, kali ini, terlalu banyak perasaan yang terlibat"-halaman 125

Kebersamaan itu menciptakan perasaan yang membuat Widha dan Nathan menjadi terlibat dalam masalah. Perjalanan mereka tidak lagi menyenangkan sejak masa lalu mereka yang rumit mulai terungkap

“Masa lalu itu hanya berhak untuk dikenang. Bukan untuk kembali dirindukan”

Well, aku sangat kagum dengan Nathan. Dia partner travelling yang menyenangkan. Satu hal yang aku suka adalah dia sangat menyayangi ibunya, dia tidak ingin mengulangi apa yang pernah dilakukan oleh ayahnya, dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Novel ini merupakan salah satu novel dalam seri STPC (Setiap Tempat Punya Cerita) yang merupakan proyek novel bertema travelling dari Gagas Media dan Bukune.

“Cinta itu kayak rinai hujan. Jatuh tanpa melihat siapa yang akan tertimpa. Jatuh tanpa memperhatikan secepat apa mereka sampai dibawah. Tahu-tahu kamu merasa basah. Tahu-tahu kamu merasakan desiran itu lagi”

Review Novel : Istri Cadangan

01.09

Istri Cadangan

Penulis : Mounalizza
Editor : Afrianty P. Pardede
Tebal Buku : 315 Halaman
Penerbit : Elex Media
Tahun Terbit : 2017



Ibra mencintai Marrisa, tetapi Marrisa lebih mencintai karier yang belum bisa dia raih sempurna. Sementara Rahma tak peduli arti cinta, belum mengerti lebih tepatnya. Ketiganya terlibat dalam perjanjian sensitif yang bisa saja melukai hati masing-maing. Dan sekali lagi, ketiganya memiliki alasan berbeda untuk menjalankannya. Seakan rasa tak terlalu penting untuk diperhatikan.

Ketika tantangan menjadi sebuah tanggung jawab berat di hati. Maka hati dengan mudah dipermainkan oleh sebuah janji. Apalagi jika janji tak bisa ditepati seperti awal. Akibatnya, awal rasa baru tumbuh enjadi sebuah perasaan terlarang.  Akhirnya yang terlarang dipatahkan oleh sebuah rasa yang tak terkalahkan. Dialah cinta, karena cinta semua bisa menjadi mudah. Atas nama pernikahan semua bisa menjadi indah.

Sanggupkah Marrisa memberikan tantangan ini? Sanggupkah Rahma memikul tanggung jawab sementara itu? Dan apakah Ibra juga sanggup memenuhi janjinya untuk sebuah kebahagiaan? Tak terlena karena seorang cadangan?
***

“Menikah itu untuk menyambung keturunan, Sayang. Aku mau pernikahan yang normal. Punya anak lalu hidup bahagia. Sederhana.” –halaman 7
Ibra punya cinta yang luar biasa tulus kepada Marrisa. Wanita itu adalah cinta pertamanya, yang selalu ia perjuangkan sejak lama. Meskipun berkali-kali ditolak, ia pantang menyerah mendapatkan cinta Marrisa. Hingga Ibra membujuk Rissa dengan berbagai cara agar mau menerima pinangannya.
Sayangnya permintaan Abraham Sarha –Ibra– itu tidak sesederhana itu. Marrisa tidak bisa menyanggupinya karena ia tidak tertarik dengan kehidupan berumah tangga seperti itu. Ia ingin meraih mimpinya menjadi seorang model internasional yang belum bisa diraihnya. Kebebasan yang ditawarkan oleh Ibra membuat Marrisa menerima pinangannya dengan dalih memperjuangkan karier yang dirintisnya. Masalah tidak berhenti sampai disana, orang tua Ibra menuntut untuk segera diberikan cucu, sehingga Marrisa memutar otaknya untuk mencari solusi terbaik bagi mereka.

Pertemuannya dengan saudara sepupunya, Rahma membuat Marrisa mendapat solusi terbaikl. Terlebih saat itu Rahma juga tengah mengalami kesulitan. Marrisa meminta Rahma untuk mengandung anak Ibra dan juga menikahi Rahma sebagai istri kedua. Istri cadangannya!
***

Istri cadangan. Dari judulnya aja, aku udah mikir aneh-aneh. Apalagi sejak baca prolog, aku dibuat cengo dengan perjanjian yang disampaikan oleh Marrisa. Bisa ya kepikiran buat perjanjian gila  dan konyol seperti itu? Tapi hal itulah yang terjadi. Ibra, Marrisa dan Rahma terlibat permainan dalam pernikahan yang rawan membawa perasaan.

Dari awal alurnya cukup cepat, interaksi Ibra-Rahma mengalir dan kocak banget.  Di awal pernikahan mereka aneh dan canggung, lalu mereka beradaptasi  hingga jadi klik. Rahma suka baperan dan Ibra yang ceplas-ceplos menyenangkan. Menjelang akhir cerita, alurnya menjadi lebih lambat dan kurang greget karena sudah bisa ditebak kelanjutannya seperti apa. Overall, aku sangat menikmatinya karena banyak kejutan yang dihadirkan. Tapi memang porsi kehadiran Marrisa kurang sehingga konflik jadi kurang memuncak. Meskipun begitu, penulis berhasil menghidupkan tokoh-tokohnya. Aku geregetan dengan sikapnya Marrisa. Selain itu, kadang pengin banget menyadarkan Rahma atas keputusannya yang mudah menyerah dan tidak mau memperjuangkan suara hatinya. Ibra juga menurutku terlambat menyadari dan mengambil keputusan hehe..

Sebelum dipublikasikan dalam bentuk buku cetak, cerita ini sudah lebih dulu diunggah di akun wattpad. Tapi berhubung aku tidak membaca versi wattpadnya jadi tidak bisa membandingkannya. Yang udah baca versi wattpad dan versi cetaknya, bisa share pengalaman membaca kamu ya!

Karena ini cerita Le Marriage series, jadi dilarang baper ya! Meski tidak ada adegan eksplisit tapi cukup kentara karena kehidupan pernikahan mereka. Dari kisah Ibra-Rahma-Marissa, kita diajak memahami bahwa sesungguhnya kehidupan pernikahan itu bukanlah suatu permainan. Permainan yang melibatkan perasaan, rawan menimbulkan konflik batin di kemudian hari. Sebelum akhirnya kita terjerat dan termakan omongan sendiri, lebih baik disudahi bahkan tidak usah dimulai. Rahma juga membuktikan, yang cantik akan kalah dengan yang memberikan perhatian. Tuhan juga akan memberikan pasangan yang kita butuhkan, bukan sosok yang kita idamkan.
 “Ya, cinta akan datang di waktu yang tepat dan tempat yang tepat. Terkadang yang ad di hadapan bukanlah pilihan dari Yang Maha Mengetahui untuk kita dapatkan. Sekuat apa pun kita memaksa, jika bukan pilihan tepat, dia akan mundur dengan sendirinya. Digantikan dengan pilihan paling baik untuk kita. Dan saat kita sudah sadar, rasa syukur menjadi pemenang. Menang karena obsesi sesaat mulai runtuh menghadapi gempuran tulusnya cinta. Percayalah. Tinggal tunggu saja bagi kalian yang belum menemukan. Karena cinta tahu ke mana dia harus pulang. Cinta itu akan pulang ke rumah dengan sendirinya.” –halaman 311

Review Novel : Finally Mr. Right

07.03

Finally Mr. Right

Penulis : Shita Hapsari
Penyunting : Fitria Sis Nariswari
Perancang Sampul : Titin Apri Liastuti & labusiam
Pemeriksa Aksara : Intan Puspa
Penata Aksara : Martin Buczer
Penerbit         : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : Agustus 2015
Tebal Buku : 322 Halaman


Ava memiliki sejumlah impian tentang pernikahan idealnya. Salah satunya melangsungkan acara sakral itu secara tematik bersama Cindy dan Disti. Masalahnya hari pernikahan kedua sahabarnya sudah ditentukan tahun depan, sementara Ava sendiri masih jomblo!
Menurut Cindy dan Disti, jodoh yang diharapkan Ava terlalu konyol dan tidak realistis. Ava menyusun kriteria calon pendamping hidup berdasarkan karakter dan adegan dalam film-film favoritnya. Bahkan ia merancang beberapa skenario untuk mengetes mereka.
Hans dengan sosok rockstar-nya, selesai. Didit dengan karakter bagai bintang Hollywood favorit Ava, kandas. Roki yang diakui Ava sebagai cowok ganteng dan rapi, gagal di kencan pertama. Lalu, ada Kenzo, seseorang laki-laki yang cukup mendekati kriteria. Namun, setelah melalui tes rancangan Ava, masih ada saja yang membuatnya ragu.
Harapan Ava menipis. Kieran, partner bisnisnya yang masih lajang pun kini telah menemukan cewek incaran. Jadi, siapa yang akan menjadi lelaki yang tepat untuk Ava? Tidak hanya ava yang bimbang, tetapi juga Cindy dan Disti yang ikut gemas. Rencana pernikahan tematik ini terancam gagal!
***

“Kita cuma mau berharap kali ini lo mau berpikir rasional. Bukan berarti lo menurunkan standar. Lo bisa memulai segala sesuatunya dengan membuka diri, menerima, mengenai, baru kemudian menilai. Jangan buru-buru memberi cap pada orang tertentu hanya karena orang itu –di dalam kepala lo- kelihatan sesuai. Usia kita sekarang menuntut untuk mencari calon suami beneran.” –halaman 28

Novel ini bercerita tentang Ava yang kurang beruntung dalam hal percintaan. Kedua sahabatnya Cindy dan Disti, masing-masing sudah menemukan pasangan, sementara ia sendiri masih berstatus jomblo. Disadari atau tidak, menjomblo disaat usia sudah matang dan teman-teman sudah punya gandengan itu seperti memberikan tekanan sendiri. Nggak heran kalau Ava berusaha nyari jodoh, blind date dengan cowok rekomendasi teman-temannya. 

Seperti judulnya, Finally Mr. Right, proses pencarian si Mr. Right ini sangat panjang dan banyak tantangan sehingga alur ceritanya menjadi lambat. Ava memiliki rencana pernikahan idaman dan skema pria ideal yang sudah ia kumpulkan dalam sebuah buku. Kriteria pria idealnya banyak dipengaruhi oleh adegan dan karakter dalam kisah film favoritnya sehingga pilihan-pilihannya pun tidak jauh dari apa yang ia tuliskan disana. 

“Mungkin dia memenuhi segala fantasimu tentang cinta dan pria ideal. Tapi apa kamu yakin mau menikahi sebuah fantasi yang entah akan bertahan berapa lama sebagai fantasi” -halaman 242

Banyak hal yang ditunjukkan oleh penulis yang menjurus pada ending dan konflik yang akan dihadapi. Akupun sempat mengira endingnya sesuai dengan di buku, tapi penulis memunculkan berbagai kemungkinan yang ‘mengulur-ulur’ sehingga mempengaruhi prediksiku. Meskipun begitu, aku tetap menikmati membaca setiap lembarnya.

Penggunaan POV 1 membuat kita semakin dekat dengan sosok Ava. Pembaca seolah diajak menjadi sahabat Ava. Complicated dan baper-bapernya cewek tuh dapet banget! Ava, tokoh utamanya adalah cewek yang mandiri dan berani. Meski aku kadang sebel sama sikapnya, tapi aku salut dengan semangatnya dalam menghidupkan mimpi-mimpinya meski banyak yang meragukan. Gaya penulis bercerita juga sangat asyik, seolah mendengarkan Ava mengoceh langsung pada kita.

Aku suka cara Ava dan Kenzo membangun hubungan, smooth tapi progresif. Mereka bener-bener mengajak pembaca baper karena mereka kencan! Kenzo ini tipikal idaman aku sih. Jarang lo kita bisa ngobrol tanpa henti sama cowok dengan topik apapun dan dia selalu punya cara yang spontan dalam melakukan kegiatan yang menyenangkan. Tapi tokoh favoritku ya tetap Kieran. Berhubung aku nggak pernah punya sahabat cowok jadi ya kadang pengin juga seperti Ava. Punya sahabat yang sepemahaman, selalu jadi tong sampah curhatan dan selalu siap pasang badan buat membela kita. How sweet!

Dari kisah Ava, kita belajar untuk hidup dengan realistis, tidak terlalu dipengaruhi dengan kisah fiksi yang kita baca atau kita tonton. Karena nyatanya, tidak semua hal di dunia ini terjadi sesuai yang kita harapkan. Seringnya kita terlalu fokus terhadap sesuatu yang belum pasti sehingga melupakan hal-hal penting disekitar kita. Begitu pula dalam cinta, mengutip apa yang dikatakan oleh Ava bahwa jalan menemukan Mr. Right kadang tidak panjang dan tidak berliku. Hanya sayangnya, kita buta membaca rambu.

Yang masih merasa ragu dengan keberadaan si Mr. Right, coba deh lihat ke sekeliling mungkin aja jodohnya sudah terlihat tapi kita yang belum sadar.

“Untunglah cinta tak pernah terlambat. Ia hanya datang dan pergi sesuai jadwalnya sendiri. Seperti lirik lagu-lagu pop bilang : love will find a way” - halaman 312

Review Novel : Sabtu Bersama Bapak

06.38

Sabtu Bersama Bapak


Penulis : Adhitya Mulya
Penyunting : Resita Wahyu Febiratri
Proofreader : Yuke Ratna P & Mita M. supardi
Desainer Sampul : Jeffri Fernando
Penata Letak : Landi A. Handwiko
Penerbit         : Gagas Media
Tahun Terbit : 2015
Tebal Buku : 278 Halaman
***

Video mulai berputar
“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
Ini, Bapak.
Iya, benar kok, ini Bapak
Bapak Cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra
Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.
Ketika kalian punya pertanyaan, kalian tidak perlu bingin kemana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us
I don’t give death, a chance.
Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”
Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tetang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang ibu yang membesarkan mereka dengan sepenuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.
***
"Bapak minta kalian bermimpi setinggi mungkin. Dengan syarat, kalian merencanakannya dengan baik. Bapak minta kalian bermimpi setinggi mungkin. Dengan syarat, kalian rajin dan tidak menyerah." -halaman 151

Novel ini menceritakan tentang kehidupan keluarga Garnida. Tentang Gunawan Garnida, seorang suami dan bapak yang sangat bertanggung jawab dan memiliki perencanaan yang baik. Tentang Ibu Itje Garnida, seorang istri serta ibu yang sederhana dan keras kepala karena tidak ingin membebani anak-anaknya. Dan tentu saja, tentang Satya dan Cakra, dua orang anak laki-laki di keluarga Garnida. Keduanya tumbuh  dengan baik dan tanpa kehilangan sosok ayah dalam setiap masa perkembangan mereka walaupun ayah mereka harus pergi untuk selama-lamanya saat usia mereka masih muda. Gunawan memberikan ‘warisan’ berharga yang selalu dijadikan pedoman hidup bagi Satya dan Cakra. Ya, kumpulan video yang selalu mereka tonton setiap hari sabtu.

Ide cerita novel ini bisa dikatakan sangat menarik. Tidak banyak orang tua yang memiliki sikap perencanaan baik terhadap masa depan keluarganya, seperti yang dilakukan ol
eh Bapak Gunawan. Media yang menjadi fokus utama pada novel ini adalah video yang direkam oleh Gunawan Garnida saat ia sakit di tahun 1991. Penggunaan media ini adalah salah hal unik yang menjadi daya tarik utama dari novel ini.

Novel ini menceritakan kehidupan Satya dan keluarga kecilnya, kehidupan ibu Itje yang menjanda di masa tuanya serta Cakra yang tetap menjomblo disaat usianya sudah cukup matang untuk berumah tangga. Kehidupan keluarga Garnida ini diceritakan secara bergiliran. Perbedaan gaya penulisan sangat terlihat. Gaya penulisan cerita kehidupan Satya dan Mamah Itje lebih formal dan serius sedangkan cerita Satya dituliskan dengan ringan diselingi dengan kalimat-kalimat yang mengundang tawa. Tidak hanya itu, ada pula beberapa catatan kaki yang menggelitik.

Penokohannya sangat kuat dan jelas, baik dari deskripsi secara fisik, pekerjaan bahkan sikap-sikap mereka sehingga tokoh menjadi hidup dalam imajinasi pembaca. Setting luar negeri (Copenhagen) pada cerita Satya juga diceritakan dengan baik.Ada kejanggalan yang ditemukan dalam novel ini. Menurut bab pertama setelah prolog, pada tahun 1993, Satya berusia 8 tahun dan Cakra berusia 5 tahun. Berarti Satya lahir pada tahun 1985 sedangkan Cakra lahir di tahu 1988. Tetapi mengapa usia Cakra di tahun 2016 adalah 30 tahun? Bukankah seharusnya 28 tahun?. Dalam beberapa kalimat percakapan juga menggunakan bahasa Sunda tetapi ada beberapa kosakata dalam bahasa Sunda yang tidak dituliskan miring.

Sabtu bersama Bapak cocok dibaca oleh kalangan berbagai umur, karena selain sarat dengan nilai-nilai kehidupan, novel ini juga mengutamakan cerita tentang kekeluargaan. Tentang bagaimana persiapan menjelang kehidupan baru, tentang menjaga hubungan dengan pasangan, orang tua maupun mertua.

Novel ini juga telah diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul yang sama. Film yang rilis di tanggal 5 Juli 2016 ini dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris kenamaan diantaranya Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Arifin Putra, Deva Mahenra, Acha Septriasa, Sheila Dara Aisha dan beberapa pemeran pendukung lainnya. Film yang meraup 639.530 penonton ini bisa dikatakan berhasil menjadi salah satu film drama bertema keluarga yang direkomendasikan. Visualisasi sesuai dengan ekspektasiku dan alur ceritanya juga serupa dengan novelnya.

"Manusia ditempatkan di dunia untuk membuat dunia ini lebih baik untuk sebagian orang lain. Jika pun seseorang sudah berguna bagi 1-2 orang, orang itu sudah membuat dunia ini jadi tempat yang lebih baik" -halaman 31.



Review Novel : The Dearest

07.27

The Dearest


Penulis : Tinny Najmi
Penyunting : Zahra Haida
Proofreader : Ocllivia D.P
Desainer Sampul : Thesa Kurnia Sary
Tahun Terbit : Mei, 2017
Tebal Buku : 342 halaman
Penerbit : Penerbit Pastel Books

Bukankah kehilangan itu menyakitkan?
Pantaskah kita bersedih atas kehilangan sesuatu yang bukan milik kita?
Karena sejatinya, diri kita pun bukan milik kita.
Lantas, apa artinya memiliki

Alfanin merasa bimbang. Ayahnya baru saja menerima pinangan dari seorang pemuda untuk menikah dengannya –tanpa izin dan sepengetahuannya. Siapa pria itu? Alfanin sendiri pun belum mengenalnya sama sekali.

Jika di awal dia dituntut menerima pilihan yang membuatnya bingung sekarang dia diminta memilih pilihan yang membuatnya bingung setengah mati. Menolongnya atau tidak sama dengan menikahinya atau tidak. Sekarang semua berada di tangannya.

Hati kecilnya tersentuh untuk menolongnya, tapi haruskah dia menikah dengan pria pilihan ayahnya, yang ternyata bukan orang yang baik? Yang tidak mencintai dan dia cintai? Haruskah alfanin menghapus seluruh perasaannya kepada Arham, ini bukan masalah cinta. Tapi komitmen. Sanggupkah Alfanin menjalani semua ini?
***

Alfi Kamali Rafanda, cowok tampan dan kaya raya. Statusnya sebagai anak tunggal pemilik pusat perbelanjaan ternama membuat kehidupannya menjadi sangat bebas, suka berfoya-foya, mabuk dan main wanita. Alfi juga tidak percaya akan Tuhan. Sedangkan Afanin Huriyah Hurwaida adalah seorang guru TK dan pengajar di pesantren. Gadis yg sholeha, taat pada agama dan orang tua.
Alfi dan Afanin bertemu karena Abi-nya Afanin diam-diam menerima pinangan dari ayah Alfi tanpa diketahui oleh anak-anak mereka. Penerimaan itu tentu sangat membuat Afanin kecewa, karena saat itu ia sedang mengagumi Arham, lelaki yang juga menyukainya.  Ketika dihadapkan pada pilihan yang rumit tersebut Afanin mengetahui ‘rahasia’ Alfi, sehingga membuatnya bimbang dengan pilihannya. Sanggupkah ia menjalani kehidupan rumah tangga dengan lelaki yang tidak sesuai dengan ekspektasinya?

"Setiap pilihan ada resikonya dan apa pun itu, kita harus menghadapinya karena hidup adalah pilihan" -hlmn. 84

***
The Dearest menghadirkan kisah yang biasa dengan eksekusi luar biasa. Bisa dikatakan novelnya memiliki tema yang standar, dijodohkan dengan seseorang yang tidak pernah dibayangkan, disaat kita sudah memiliki seseorang yang diidamkan. Seseorang yang sama sekali tidak sesuai dengan kriteria idaman kita. Tapi, eksekusinya berhasil banget! Aku salut dengan penulis, bisa menghadirkan kisah yang mampu mengaduk-aduk emosi pembaca. Aku suka dengan cara penulis membangun chemistry kedua tokohnya. Menyesuaikan diri dengan pelan tapi pasti. Selain itu, penulis juga sangat total dalam melakukan riset. Semua hal yang disampaikan sangat detail dan mudah dipahami dengan penyampaian yang tidak kaku. 

Novel ini menggunakan POV campuran. Pada bagian prolog menggunakan POV 3, sedangkan pada bab-bab selanjutnya menggunakan POV 1 versi Alfi dan Afanin. Namun POV1 ini tidak selalu digunakan di semua bab. Perbedaan gaya bahasa saat bercerita membuat pembaca bisa dengan mudah membedakan dan mampu menyelami karakter Alfi dan Afanin dengan mendalam. Tapi, kalau aku sih lebih suka jika penyampaiannya konsisten dari satu POV hehe.. Lebih nyaman aja pas baca.

Tokoh-tokohnya juga sangat loveable. Dari Alfanin aku belajar untuk sabar, ikhlas serta selalu melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang kita ambil dalam hidup. Dari Alfi aku juga belajar untuk tidak menuruti ego dan cepat bangkit dari keadaan terburuk dalam hidup dengan tidak terus menerus menyalahkan keadaan. Request boleh kak Tinny? Mau dong kisahnya Mas Ilham dituliskan dalam satu novel *pembaca banyak mau wkwk*

Buat kamu yang suka dengan novel romance bernuansa islami, novel ini adalah salah satu yang aku rekomendasikan. Meskipun banyak memuat hal-hal islami, tetapi secara keseluruhan penulis berhasil menyampaikan mengenai beberapa hal yang dapat diterima secara universal. Utamanya tentang hubungan manusia dengan Tuhan, pemahaman hukum karma sebagai sebab dan akibat dari perbuatan serta menjalani kehidupan rumah tangga yang dilandasi oleh agama dan bertujuan untuk menyempurnakan ibadah.

Oya, satu hal lagi.. Mungkin koreksi untuk blurb back covernya ya. Semoga pas cetak ulang nanti, nama Alfanin bisa diganti dengan Afanin. Hihii..


“Bahagia itu bukan karena apa atau siapa, melainkan diri kita sendiri. Bukan karena mudah maka jadi optimis, tapi karena optimis maka semuanya jadi mudah. Bukan karena dunia tertawa maka kita tertawa, tapi karena tertawa maka dunia pun tertawa bersama kita. Bahagia sesederhana itu.” –hlmn. 303

Review Novel : Marriage in Convenience

06.28

Marriage of Convenience
[Le Marriage Series]

Penulis : Shanti
Editor : Afrianty P. Pardede
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : 2015
Tebal Buku : 306 Halaman




-Krishna-
Aku menatap lembaran kertas di tanganku, berusaha keras memahami isinya. Oh.. bukan, aku paham betul apa isinya. Lebih tepatnya, sih, berusaha keras untuk menerima isinya. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Krishna Satya Sangkala, tidak akan pernah merasakan indahnya menjadi seorang ayah.

-Dita-
Aku menatap rintik hujan yang semakin menderas. Tidak berniat sedikitpun untuk beranjak dari bangku taman yang kududuki sejak tiga jam yang lalu. Berharap butiran hujan bisa membantuku menghapus rasa sakit itu. Di sini, di dadaku. Dan di sini.. aku meraba perutku perlahan. Yah, Nak..! Sekarang hanya tinggal kita berdua. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Anindita Sahaja, akan menjadi single mother.
***

Krishna, Bima dan Dita –atau yang sering dipanggil Ijah oleh Krishna dan Bima– bersahabat sejak duduk di bangku SMA. Mereka merupakan anggota kelompok ekskul fotografi di SMA. Kegemaran yang sama tersebut membuat mereka sangat dekat. Namun kedekatan mereka jelas berbeda, diantara Krishna dan Bima, Dita merasa Krishna menaruh perhatian yang lebih dibandingkan Bima. Semasa SMA, Krishna memang sempat menyukai Ijah tapi kata cinta itu tak pernah terucap hingga mereka lost contact selama 9 tahun, sejak Krishna melanjutkan studinya keluar negeri.

Seolah ditakdirkan berjodoh, Krishna dan Ijah kembali bertemu beberapa tahun kemudian di persiapan pernikahan Arimbi dan Barga. Arimbi adalah adik bungsu Krishna, sekaligus sahabat dekat dan atasan Dita dikantor. Krishna dan Dita kembali dekat, termasuk berbagi rahasia yang mereka miliki. Rahasia tersebut akhirnya membuat Krishna dan Dita menikah, atas dasar hubungan simbiosis mutualisme. Namun, apakah mereka akan merasa bahagia dan saling jatuh cinta?

“Ini bener-bener lamaran paling nggak romantis sepanjang masa! Mana ada orang menikah, alasannya adalah simbiosis mutualisme?” –hlmn. 80
***

Satu lagi, novel dari wattpad yang diterbitkan oleh Elex Media yang worth to read. Terutama bagi para pecinta kisah romance yang bertema pernikahan. Novel ini mengangkat tema friendzone dan cinta yang tak terungkap. Pernah kebayang nggak menikah dengan sahabat sendiri? Lebih-lebih dia adalah orang yang kita harapkan sejak lama? Itulah yang dialami oleh Krishna kepada Dita. Kendati bersahabat dan saling mengenal cukup lama, ketika keduanya menikah –berganti status jadi suami istri– terasa berbagai perbedaan yang sangat kentara. Banyak hal dalam hidup Krishna yang tidak diketahui oleh Dita, dan sebaliknya. Pernikahan adalah proses penyesuaian seumur hidup yang dilakukan oleh tiap pasangan. Begitu pula yang dilalui oleh Krishna dan Dita. Aku menyukai cara penulis untuk membangun chemistry keduanya, pelan tapi pasti. Pasangan ini seru banget!

Dengan tagline “When bitterness creates love”, novel ini diramu sangat apik oleh penulis dari dua sudut pandang yaitu Krishna dan Dita. Sudut pandang ini dituliskan secara bergantian tiap babnya. Dua sudut pandang ini membantu pembaca jadi memahami kisah mereka secara menyeluruh dan tidak buru-buru men-judge para tokoh serta kejadian yang dialaminya. Namun, antara gaya penulisan dari sudut pandang Krishna dan Dita tidak jauh berbeda. Poin plus dari novel ini adalah gaya berceritanya sangat kocak sehingga page turning banget. Nggak butuh waktu lama untuk menyelesaikan novel ini dan memutuskan untuk re-read. Aku puas banget ketika menutup halaman terakhir. Pasang surut kehidupan rumah tangga digambarkan dengan baik. Ada saat-saat mereka berada di puncak kebahagiaan atau jatuh di titik terendah. Ide untuk menghadirkan seseorang dari masa lalu keduanya juga menambah rasa greget di novel ini.

Dalam beberapa adegan di novel ini, banyak terkait dengan dunia medis. Riset yang dilakukan oleh penulis berhasil dituliskan dengan baik. Terutama tentang hal-hal terkait kehamilan serta tindakan medis yang dilakukan sebagai penanganan keluhan yang dialami oleh tokohnya. Istilah  azoospermia juga masih asing bagiku. Baru tahu juga kalau penyakit mumps dapat menyebabkan komplikasi yang ternyata bisa sangat merugikan. Bisa jadi warning bagi pembaca, dan menambah ilmu juga.

Selain dua tokoh utama, ada banyak tokoh pendukung yang diberikan porsi yang pas dan mempengaruhi jalan cerita. Meskipun keterkaitan hubungan antar tokoh seperti terjadi secara kebetulan. Menurutku agak janggal juga ketika Krishna dan Dita bertemu kembali tanpa memiliki penafsiran apapun, mengingat kedekatan hubungan Krishna-Dita pada masa SMA dan Dita-Keluarga Arimbi saat ini. Aneh aja kalau mereka sangat dekat tanpa tahu keluarga masing-masing. But anyway, suka banget sama keluarga Krishna yang heboh dan sangat harmonis. Senang rasanya kalau jadi Dita, udah dianggap keluarga sebelum jadi bagian dari keluarga pasangan yang beneran.

Ada juga tokoh yang munculnya ‘tidak terduga’ tapi jadi salah satu yang paling menginspirasi. Melalui pandangannya, dia berhasil membuka mata kita untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Dalam hidup, kadang kita dipertemukan dengan orang-orang di berbagai kesempatan dengan tujuan tertentu, misalnya untuk membantu kita atau agar kita bisa belajar dari mereka. Mereka yang tidak mengenal kita secara dekat, justru bisa menjadi orang yang paling objektif memberikan pandangannya terhadap suatu permasalahan. Melalui pengalaman hidup yang mereka alami, kita dapat belajar dan mengambil berbagai hikmah positif. 

Karena novel ini berlabel Le Marriage, tentunya ada adegan yang bikin kipas-kipas. Masih batas wajar, nggak terlalu vulgar sih. Pastikan bahwa kamu udah cukup umur dan layak membaca kisah mereka. Jangan mupeng sama kemesraan Krishna dan Dita yes!

“…kesusahan seperti apa pun, ya dihadapi berdua. Berjuang sama-sama. Kalau yang satu memutuskan untuk menyerah, yang satu akan berusaha untuk menguatkan. Begitu seterusnya. Namanya juga rumah tangga, ya pasti ada pasang surutnya.” -hlmn.288

Review Novel : The Rising Star

08.54

THE RISING STAR

Penulis : Angelique Puspadewi
Editor : Husfani Putri
Ilustrator         : HevnGrafix.com
Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015
Tebal Buku : 232 halaman
ISBN : 978-602-03-1385-6



Sebagai artis junior, Alexa diminta terlibat dalam rekayasa untuk menaikkan pamor Juna, artis menyebalkan dan sok ganteng yang sama-sama bernaung di RR Production. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan menciptakan skandal. Rumornya Alexa ketahuan hamil dengan Juna padahal dia sudah bertunangan dengan Bara, caleg yang butuh pemberitaan sensasional agar semakin dikenal masyarakat. Jika ini berhasil bukan hanya pamor Juna dan Bara yang akan melambung, tapi nama Alexa juga akan bersinar. Mereka bertiga akan menjadi The Rising Star.

Skenario yang dijalankan nyaris sempurna, hingga sandungan kecil mengacaukan semuanya. Setelah hangout sampai teler berat di pub dan terbangun di kamar hotel, Alexa mengalami gejala yang dialami oleh perempuan yang sungguhan hamil! Sialnya, Alex tidak tahu dengan siapa ia tidur malam itu.

Adegan demi adegan yang mereka jalani ternyata malah membuat Juna dan Bara menyukai Alexa. Mereka sama-sama memberi perharian pada Alexa dan berusaha memperebutkan cinta gadis itu. Namun, ternyata diam-diam sebenarnya hati Alexa sudah ditambatkan pada pria yang terlarang untuk ia cintai.
***
“Ya. Untuk menjadi terkenal, harus ada yang dikorbankan.” –hlmn. 21

Kita sering mendengar tentang skandal para pelaku hiburan di tanah air kan? Bahkan tidak jarang sangat mirip dengan yang dilakukan oleh Juna-Alexa-Bara. Melalui novel ini, kita jadi paham tentang seluk beluk dunia keartisan. Banyak drama para artis dan public figure yang biasanya hanyalah settingan semata. Drama tersebut terencana dan berskenario yang disiapkan oleh manajement artis tempat mereka bernaung. Segala upaya mereka lakukan untuk menunjukkan diri dan meningkatkan pamor demi mempertahankan eksistensi. Tidak hanya dengan karya yang mereka hasilkan tetapi juga melalui berbagai kejadian dalam kehidupan pribadi mereka diluar layar yang selalu menjadi hal menarik bagi para fans dan pewarta hiburan. Namun terkadang, banyak yang menutup mata akan hal-hal yang tidak terlihat di balik layar, yang melatarbelakangi adanya skandal tersebut.

Diluar dari kehidupan keartisannya, Alexa juga sama seperti orang biasa pada umumnya. Ia punya berbagai masalah dalam hidupnya. Tidak hanya tentang krisis keuangan keluarga, tapi juga tentang konflik percintaan. Alexa hidup bersama Papa dan Arya, kakak angkatnya. Sejak Papanya sakit dan tidak produktif bekerja, Alexa ikut turun tangan untuk membantu ekonomi keluarganya. Bergabung di RR Manajemen dan menjadi artis junior bukanlah impiannya. Tapi lambat laun, ia menyadari bahwa ia menjadi artis bukan hanya karena karena uang. Meskipun banyak resiko, tapi juga banyak hal yang harus dikorbankan. 

Diceritakan dari POV3. Alurnya cepat dan sangat padat. Tokoh favoritku adalah Alexa. Meskipun pembangkang dan keras kepala, tapi cewek ini tipikal wanita yang penyayang, tangguh dan pantang menyerah. Nggak heran kalau ia jadi sosok yang loveable sehingga banyak yang diam-diam menaruh hati karena sikapnya yang berani dan totalitas. Selain Alexa, Juna dan Bara, aku awalnya berpikir akan ada konflik di luar skandal yang greget tapi ternyata cukup. Nggak ada tokoh antagonis. Juna dan Bara punya pesona masing-masing yang nggak bisa ditolak. Aku juga nggak bisa benci sama Winona dan nggak bisa cukup benci sama Olivia hihi..

Awalnya aku sempat mengira jika gejala yang dialami Alexa akan ‘mengurangi’ novel ini. Orang yang terlibat dalam kejadian di pub juga mudah ditebak. Tapi untungnya berhasil diselamatkan oleh twist cerdas yang sama sekali tidak terpikirkan olehku. Melalui pemahaman penulis yang memiliki latar belakang pendidikan di dunia kedokteran, tidak susah untuk menyajikan twist terkait dengan kesehatan. Menghadirkan kisah yang tidak biasa dan pembahasan yang detail membuat tidak ada celah yang membuat cerita novel ini menjadi janggal.

Apakah kisah ini berakhir bahagia? Belum tentu. Jika sebagai novel tunggal, tentu saja drama skandal Alexa-Juna-Bara bisa dikatakan selesai. Kelanjutan kisah Alexa-Juna dan tokoh-tokoh lainnya bisa diketahui di buku sekuel novel ini yang berjudul No One But You yang diterbitkan self published oleh penulis melalui nulisbuku.com di tahun yang sama. Jangan sampai melewatkan kisah mereka yaa! 

“Kuasumsikan, dalam memilih pendamping pertimbangkan semua itu. Aku tidak mengatakan semua pilihan orangtua tepat. Aku hanya menganalisis, jika kita berniat membahagiakan orangtua dengan pilihannya, maka Tuhan juga akan membahagiakan kita. Toh, tidak ada satu orangtua pun yang ingin anaknya menderita.” –hlmn. 201