Review Novel : The Dearest

07.27

The Dearest


Penulis : Tinny Najmi
Penyunting : Zahra Haida
Proofreader : Ocllivia D.P
Desainer Sampul : Thesa Kurnia Sary
Tahun Terbit : Mei, 2017
Tebal Buku : 342 halaman
Penerbit : Penerbit Pastel Books

Bukankah kehilangan itu menyakitkan?
Pantaskah kita bersedih atas kehilangan sesuatu yang bukan milik kita?
Karena sejatinya, diri kita pun bukan milik kita.
Lantas, apa artinya memiliki

Alfanin merasa bimbang. Ayahnya baru saja menerima pinangan dari seorang pemuda untuk menikah dengannya –tanpa izin dan sepengetahuannya. Siapa pria itu? Alfanin sendiri pun belum mengenalnya sama sekali.

Jika di awal dia dituntut menerima pilihan yang membuatnya bingung sekarang dia diminta memilih pilihan yang membuatnya bingung setengah mati. Menolongnya atau tidak sama dengan menikahinya atau tidak. Sekarang semua berada di tangannya.

Hati kecilnya tersentuh untuk menolongnya, tapi haruskah dia menikah dengan pria pilihan ayahnya, yang ternyata bukan orang yang baik? Yang tidak mencintai dan dia cintai? Haruskah alfanin menghapus seluruh perasaannya kepada Arham, ini bukan masalah cinta. Tapi komitmen. Sanggupkah Alfanin menjalani semua ini?
***

Alfi Kamali Rafanda, cowok tampan dan kaya raya. Statusnya sebagai anak tunggal pemilik pusat perbelanjaan ternama membuat kehidupannya menjadi sangat bebas, suka berfoya-foya, mabuk dan main wanita. Alfi juga tidak percaya akan Tuhan. Sedangkan Afanin Huriyah Hurwaida adalah seorang guru TK dan pengajar di pesantren. Gadis yg sholeha, taat pada agama dan orang tua.
Alfi dan Afanin bertemu karena Abi-nya Afanin diam-diam menerima pinangan dari ayah Alfi tanpa diketahui oleh anak-anak mereka. Penerimaan itu tentu sangat membuat Afanin kecewa, karena saat itu ia sedang mengagumi Arham, lelaki yang juga menyukainya.  Ketika dihadapkan pada pilihan yang rumit tersebut Afanin mengetahui ‘rahasia’ Alfi, sehingga membuatnya bimbang dengan pilihannya. Sanggupkah ia menjalani kehidupan rumah tangga dengan lelaki yang tidak sesuai dengan ekspektasinya?

"Setiap pilihan ada resikonya dan apa pun itu, kita harus menghadapinya karena hidup adalah pilihan" -hlmn. 84

***
The Dearest menghadirkan kisah yang biasa dengan eksekusi luar biasa. Bisa dikatakan novelnya memiliki tema yang standar, dijodohkan dengan seseorang yang tidak pernah dibayangkan, disaat kita sudah memiliki seseorang yang diidamkan. Seseorang yang sama sekali tidak sesuai dengan kriteria idaman kita. Tapi, eksekusinya berhasil banget! Aku salut dengan penulis, bisa menghadirkan kisah yang mampu mengaduk-aduk emosi pembaca. Aku suka dengan cara penulis membangun chemistry kedua tokohnya. Menyesuaikan diri dengan pelan tapi pasti. Selain itu, penulis juga sangat total dalam melakukan riset. Semua hal yang disampaikan sangat detail dan mudah dipahami dengan penyampaian yang tidak kaku. 

Novel ini menggunakan POV campuran. Pada bagian prolog menggunakan POV 3, sedangkan pada bab-bab selanjutnya menggunakan POV 1 versi Alfi dan Afanin. Namun POV1 ini tidak selalu digunakan di semua bab. Perbedaan gaya bahasa saat bercerita membuat pembaca bisa dengan mudah membedakan dan mampu menyelami karakter Alfi dan Afanin dengan mendalam. Tapi, kalau aku sih lebih suka jika penyampaiannya konsisten dari satu POV hehe.. Lebih nyaman aja pas baca.

Tokoh-tokohnya juga sangat loveable. Dari Alfanin aku belajar untuk sabar, ikhlas serta selalu melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang kita ambil dalam hidup. Dari Alfi aku juga belajar untuk tidak menuruti ego dan cepat bangkit dari keadaan terburuk dalam hidup dengan tidak terus menerus menyalahkan keadaan. Request boleh kak Tinny? Mau dong kisahnya Mas Ilham dituliskan dalam satu novel *pembaca banyak mau wkwk*

Buat kamu yang suka dengan novel romance bernuansa islami, novel ini adalah salah satu yang aku rekomendasikan. Meskipun banyak memuat hal-hal islami, tetapi secara keseluruhan penulis berhasil menyampaikan mengenai beberapa hal yang dapat diterima secara universal. Utamanya tentang hubungan manusia dengan Tuhan, pemahaman hukum karma sebagai sebab dan akibat dari perbuatan serta menjalani kehidupan rumah tangga yang dilandasi oleh agama dan bertujuan untuk menyempurnakan ibadah.

Oya, satu hal lagi.. Mungkin koreksi untuk blurb back covernya ya. Semoga pas cetak ulang nanti, nama Alfanin bisa diganti dengan Afanin. Hihii..


“Bahagia itu bukan karena apa atau siapa, melainkan diri kita sendiri. Bukan karena mudah maka jadi optimis, tapi karena optimis maka semuanya jadi mudah. Bukan karena dunia tertawa maka kita tertawa, tapi karena tertawa maka dunia pun tertawa bersama kita. Bahagia sesederhana itu.” –hlmn. 303

Review Novel : Marriage in Convenience

06.28

Marriage of Convenience
[Le Marriage Series]

Penulis : Shanti
Editor : Afrianty P. Pardede
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : 2015
Tebal Buku : 306 Halaman




-Krishna-
Aku menatap lembaran kertas di tanganku, berusaha keras memahami isinya. Oh.. bukan, aku paham betul apa isinya. Lebih tepatnya, sih, berusaha keras untuk menerima isinya. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Krishna Satya Sangkala, tidak akan pernah merasakan indahnya menjadi seorang ayah.

-Dita-
Aku menatap rintik hujan yang semakin menderas. Tidak berniat sedikitpun untuk beranjak dari bangku taman yang kududuki sejak tiga jam yang lalu. Berharap butiran hujan bisa membantuku menghapus rasa sakit itu. Di sini, di dadaku. Dan di sini.. aku meraba perutku perlahan. Yah, Nak..! Sekarang hanya tinggal kita berdua. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Anindita Sahaja, akan menjadi single mother.
***

Krishna, Bima dan Dita –atau yang sering dipanggil Ijah oleh Krishna dan Bima– bersahabat sejak duduk di bangku SMA. Mereka merupakan anggota kelompok ekskul fotografi di SMA. Kegemaran yang sama tersebut membuat mereka sangat dekat. Namun kedekatan mereka jelas berbeda, diantara Krishna dan Bima, Dita merasa Krishna menaruh perhatian yang lebih dibandingkan Bima. Semasa SMA, Krishna memang sempat menyukai Ijah tapi kata cinta itu tak pernah terucap hingga mereka lost contact selama 9 tahun, sejak Krishna melanjutkan studinya keluar negeri.

Seolah ditakdirkan berjodoh, Krishna dan Ijah kembali bertemu beberapa tahun kemudian di persiapan pernikahan Arimbi dan Barga. Arimbi adalah adik bungsu Krishna, sekaligus sahabat dekat dan atasan Dita dikantor. Krishna dan Dita kembali dekat, termasuk berbagi rahasia yang mereka miliki. Rahasia tersebut akhirnya membuat Krishna dan Dita menikah, atas dasar hubungan simbiosis mutualisme. Namun, apakah mereka akan merasa bahagia dan saling jatuh cinta?

“Ini bener-bener lamaran paling nggak romantis sepanjang masa! Mana ada orang menikah, alasannya adalah simbiosis mutualisme?” –hlmn. 80
***

Satu lagi, novel dari wattpad yang diterbitkan oleh Elex Media yang worth to read. Terutama bagi para pecinta kisah romance yang bertema pernikahan. Novel ini mengangkat tema friendzone dan cinta yang tak terungkap. Pernah kebayang nggak menikah dengan sahabat sendiri? Lebih-lebih dia adalah orang yang kita harapkan sejak lama? Itulah yang dialami oleh Krishna kepada Dita. Kendati bersahabat dan saling mengenal cukup lama, ketika keduanya menikah –berganti status jadi suami istri– terasa berbagai perbedaan yang sangat kentara. Banyak hal dalam hidup Krishna yang tidak diketahui oleh Dita, dan sebaliknya. Pernikahan adalah proses penyesuaian seumur hidup yang dilakukan oleh tiap pasangan. Begitu pula yang dilalui oleh Krishna dan Dita. Aku menyukai cara penulis untuk membangun chemistry keduanya, pelan tapi pasti. Pasangan ini seru banget!

Dengan tagline “When bitterness creates love”, novel ini diramu sangat apik oleh penulis dari dua sudut pandang yaitu Krishna dan Dita. Sudut pandang ini dituliskan secara bergantian tiap babnya. Dua sudut pandang ini membantu pembaca jadi memahami kisah mereka secara menyeluruh dan tidak buru-buru men-judge para tokoh serta kejadian yang dialaminya. Namun, antara gaya penulisan dari sudut pandang Krishna dan Dita tidak jauh berbeda. Poin plus dari novel ini adalah gaya berceritanya sangat kocak sehingga page turning banget. Nggak butuh waktu lama untuk menyelesaikan novel ini dan memutuskan untuk re-read. Aku puas banget ketika menutup halaman terakhir. Pasang surut kehidupan rumah tangga digambarkan dengan baik. Ada saat-saat mereka berada di puncak kebahagiaan atau jatuh di titik terendah. Ide untuk menghadirkan seseorang dari masa lalu keduanya juga menambah rasa greget di novel ini.

Dalam beberapa adegan di novel ini, banyak terkait dengan dunia medis. Riset yang dilakukan oleh penulis berhasil dituliskan dengan baik. Terutama tentang hal-hal terkait kehamilan serta tindakan medis yang dilakukan sebagai penanganan keluhan yang dialami oleh tokohnya. Istilah  azoospermia juga masih asing bagiku. Baru tahu juga kalau penyakit mumps dapat menyebabkan komplikasi yang ternyata bisa sangat merugikan. Bisa jadi warning bagi pembaca, dan menambah ilmu juga.

Selain dua tokoh utama, ada banyak tokoh pendukung yang diberikan porsi yang pas dan mempengaruhi jalan cerita. Meskipun keterkaitan hubungan antar tokoh seperti terjadi secara kebetulan. Menurutku agak janggal juga ketika Krishna dan Dita bertemu kembali tanpa memiliki penafsiran apapun, mengingat kedekatan hubungan Krishna-Dita pada masa SMA dan Dita-Keluarga Arimbi saat ini. Aneh aja kalau mereka sangat dekat tanpa tahu keluarga masing-masing. But anyway, suka banget sama keluarga Krishna yang heboh dan sangat harmonis. Senang rasanya kalau jadi Dita, udah dianggap keluarga sebelum jadi bagian dari keluarga pasangan yang beneran.

Ada juga tokoh yang munculnya ‘tidak terduga’ tapi jadi salah satu yang paling menginspirasi. Melalui pandangannya, dia berhasil membuka mata kita untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Dalam hidup, kadang kita dipertemukan dengan orang-orang di berbagai kesempatan dengan tujuan tertentu, misalnya untuk membantu kita atau agar kita bisa belajar dari mereka. Mereka yang tidak mengenal kita secara dekat, justru bisa menjadi orang yang paling objektif memberikan pandangannya terhadap suatu permasalahan. Melalui pengalaman hidup yang mereka alami, kita dapat belajar dan mengambil berbagai hikmah positif. 

Karena novel ini berlabel Le Marriage, tentunya ada adegan yang bikin kipas-kipas. Masih batas wajar, nggak terlalu vulgar sih. Pastikan bahwa kamu udah cukup umur dan layak membaca kisah mereka. Jangan mupeng sama kemesraan Krishna dan Dita yes!

“…kesusahan seperti apa pun, ya dihadapi berdua. Berjuang sama-sama. Kalau yang satu memutuskan untuk menyerah, yang satu akan berusaha untuk menguatkan. Begitu seterusnya. Namanya juga rumah tangga, ya pasti ada pasang surutnya.” -hlmn.288

Review Novel : The Rising Star

08.54

THE RISING STAR

Penulis : Angelique Puspadewi
Editor : Husfani Putri
Ilustrator         : HevnGrafix.com
Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015
Tebal Buku : 232 halaman
ISBN : 978-602-03-1385-6



Sebagai artis junior, Alexa diminta terlibat dalam rekayasa untuk menaikkan pamor Juna, artis menyebalkan dan sok ganteng yang sama-sama bernaung di RR Production. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan menciptakan skandal. Rumornya Alexa ketahuan hamil dengan Juna padahal dia sudah bertunangan dengan Bara, caleg yang butuh pemberitaan sensasional agar semakin dikenal masyarakat. Jika ini berhasil bukan hanya pamor Juna dan Bara yang akan melambung, tapi nama Alexa juga akan bersinar. Mereka bertiga akan menjadi The Rising Star.

Skenario yang dijalankan nyaris sempurna, hingga sandungan kecil mengacaukan semuanya. Setelah hangout sampai teler berat di pub dan terbangun di kamar hotel, Alexa mengalami gejala yang dialami oleh perempuan yang sungguhan hamil! Sialnya, Alex tidak tahu dengan siapa ia tidur malam itu.

Adegan demi adegan yang mereka jalani ternyata malah membuat Juna dan Bara menyukai Alexa. Mereka sama-sama memberi perharian pada Alexa dan berusaha memperebutkan cinta gadis itu. Namun, ternyata diam-diam sebenarnya hati Alexa sudah ditambatkan pada pria yang terlarang untuk ia cintai.
***
“Ya. Untuk menjadi terkenal, harus ada yang dikorbankan.” –hlmn. 21

Kita sering mendengar tentang skandal para pelaku hiburan di tanah air kan? Bahkan tidak jarang sangat mirip dengan yang dilakukan oleh Juna-Alexa-Bara. Melalui novel ini, kita jadi paham tentang seluk beluk dunia keartisan. Banyak drama para artis dan public figure yang biasanya hanyalah settingan semata. Drama tersebut terencana dan berskenario yang disiapkan oleh manajement artis tempat mereka bernaung. Segala upaya mereka lakukan untuk menunjukkan diri dan meningkatkan pamor demi mempertahankan eksistensi. Tidak hanya dengan karya yang mereka hasilkan tetapi juga melalui berbagai kejadian dalam kehidupan pribadi mereka diluar layar yang selalu menjadi hal menarik bagi para fans dan pewarta hiburan. Namun terkadang, banyak yang menutup mata akan hal-hal yang tidak terlihat di balik layar, yang melatarbelakangi adanya skandal tersebut.

Diluar dari kehidupan keartisannya, Alexa juga sama seperti orang biasa pada umumnya. Ia punya berbagai masalah dalam hidupnya. Tidak hanya tentang krisis keuangan keluarga, tapi juga tentang konflik percintaan. Alexa hidup bersama Papa dan Arya, kakak angkatnya. Sejak Papanya sakit dan tidak produktif bekerja, Alexa ikut turun tangan untuk membantu ekonomi keluarganya. Bergabung di RR Manajemen dan menjadi artis junior bukanlah impiannya. Tapi lambat laun, ia menyadari bahwa ia menjadi artis bukan hanya karena karena uang. Meskipun banyak resiko, tapi juga banyak hal yang harus dikorbankan. 

Diceritakan dari POV3. Alurnya cepat dan sangat padat. Tokoh favoritku adalah Alexa. Meskipun pembangkang dan keras kepala, tapi cewek ini tipikal wanita yang penyayang, tangguh dan pantang menyerah. Nggak heran kalau ia jadi sosok yang loveable sehingga banyak yang diam-diam menaruh hati karena sikapnya yang berani dan totalitas. Selain Alexa, Juna dan Bara, aku awalnya berpikir akan ada konflik di luar skandal yang greget tapi ternyata cukup. Nggak ada tokoh antagonis. Juna dan Bara punya pesona masing-masing yang nggak bisa ditolak. Aku juga nggak bisa benci sama Winona dan nggak bisa cukup benci sama Olivia hihi..

Awalnya aku sempat mengira jika gejala yang dialami Alexa akan ‘mengurangi’ novel ini. Orang yang terlibat dalam kejadian di pub juga mudah ditebak. Tapi untungnya berhasil diselamatkan oleh twist cerdas yang sama sekali tidak terpikirkan olehku. Melalui pemahaman penulis yang memiliki latar belakang pendidikan di dunia kedokteran, tidak susah untuk menyajikan twist terkait dengan kesehatan. Menghadirkan kisah yang tidak biasa dan pembahasan yang detail membuat tidak ada celah yang membuat cerita novel ini menjadi janggal.

Apakah kisah ini berakhir bahagia? Belum tentu. Jika sebagai novel tunggal, tentu saja drama skandal Alexa-Juna-Bara bisa dikatakan selesai. Kelanjutan kisah Alexa-Juna dan tokoh-tokoh lainnya bisa diketahui di buku sekuel novel ini yang berjudul No One But You yang diterbitkan self published oleh penulis melalui nulisbuku.com di tahun yang sama. Jangan sampai melewatkan kisah mereka yaa! 

“Kuasumsikan, dalam memilih pendamping pertimbangkan semua itu. Aku tidak mengatakan semua pilihan orangtua tepat. Aku hanya menganalisis, jika kita berniat membahagiakan orangtua dengan pilihannya, maka Tuhan juga akan membahagiakan kita. Toh, tidak ada satu orangtua pun yang ingin anaknya menderita.” –hlmn. 201

Review Novel : Strawberry Cheesecake

18.18

Strawberry Cheesecake

Penulis : Ayuwidya
Penyunting : Hutami Suryaningtyas dan Dila Maretihaqsari
Perancang Sampul : Nocturvis
Ilustrasi Isi : Labusiam
Pemeriksa Aksara : Kiki Riskita Sari
Penata Aksara : Anik Nurcahyati dan Martin Buczer
Digitalisasi : R. Guruh Pamungkas
Penerbit         : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 304 halaman



Selama menjadi artis terkenal, tantangan kali ini benar-benar mengusik Alana. Demi menarik simpati pujaan hati yang tak kunjung menerima cintanya, Alana menerima tantangan itu. Reality Show membuat kue! Di sinilah petaka dimulai. Alana bisa melakukan apapun, kecuali memasak! Kalau bukan karena Aidan, mana mungkin ia bersusah-susah melakukan ini.
Ia terpaksa harus berbohong di depan kamera bahwa ia mahir membuat cake. Adonan menjijikkan, kue bantat, dekorasi mengerikan adalah hasil karya Alana selama proses syuting. Untungnya, ia bertemu Regan, seorang karyawan baru di Strawberry Garden Deli, kafe tempat mereka syuting. Alana takjub dengan kemampuan Regan membuat kue. Karenanya, Alana membujuk Regan habis-habisan untuk mengajarinya demi keperluan syuting.
Meski Regan galak dan menyebalkan, Alana  terpaksa belajar darinya. Alana benci menghadapi Regan yang sok cool itusetiap hari. Alana benci ketika Regan selalu meremehkan kemampuannya, yang sebenarnya memang tidak ada. Alana benci terlihat bodoh di depan Regan. Dan, yang paling tidak disukai Alana adalah ia benci harus menyangkal tunas-tunas perasaan yang tumbuh di hatinya untuk Regan.
***
“Apakah semua laki-laki mengukur kesempurnaan perempuan berdasarkan keahliannya di dapur?”-Halaman 13
Suasana yang fun dan menyenangkan sudah terasa sejak pertama kali membaca novel ini. Salah satu novel seri Yummy-Lit yang sudah aku cicipi selain Deesert. Tidak hanya lewat benang merah cerita yang bertema cake dan strawberry, pembaca juga mendapat ‘resep rahasia’ berbagai olahan kue lezat berbahan dasar strawberry ala Regan. Cara pembuatannya pun sangat detail tapi tidak kaku seperti buku tutorial memasak. Dengan membacanya saja, aku yakin banyak yang langsung mencoba membuatnya. Apalagi kalau ditemani sama Regan hihii..

Kalau dari segi cerita, novel ini punya rumus yang standar. Cinta karena terbiasa, lalu mulai mencari berbagai hal yang dapat meyakinkan kita terhadap perasaan tersebut. Well, meskipun kita bisa mendapat gambaran cerita melalui sinopsis tapi nyatanya begitu banyak hal yang tidak terduga. Untuk menjadikan rumus itu tidak membosankan, banyak part-part yang dibuat nggak biasa –cenderung unik dan tentu saja kocak!

Alana dan Regan bergantian bercerita dengan POV1 dari sudut pandang masing-masing. Perbedaannya dari segi gaya bicara sangat terlihat. Hanya saja Alana dan Regan tidak mendapat porsi yang seimbang saat bercerita. Latar belakang kehidupan Alana dan Regan juga tidak dibahas secara mendalam, padahal menurutku hal ini dapat mendukung cerita dan memperkuat karakter tokohnya.

Semua tokohnya manusiawi, tidak ada yang benar-benar sempurna. Baik Alana maupun Regan memiliki sisi positif dan negatif yang membuat pembaca mudah mencintai tokoh-tokoh di novel ini. Alana, meskipun manja dan nekat tapi aku salut dengan semangatnya. Ia tipikal orang yang pekerja keras, mau belajar, dan pantang menyerah. Regan, cowok yang passionate dan super sabar menghadapi Alana yang kadang sangat menyebalkan. Tapi ia juga sering bertindak tidak dewasa dengan melarikan diri dari masalah. Regan juga tidak bisa menyembunyikan sisi dirinya yang tidak tegaan dan sangat rapuh.

Novel ini lebih dari sekedar novel yang menghibur. Banyak life lesson yang bisa kita dapatkan setelah membaca. Melalui pengalaman Alana, aku mendapat bukti bahwa kata-kata bisa memberi efek yang sangat dahsyat bagi diri kita maupun orang lain. Aku juga makin percaya bahwa satu-satunya hal yang kekal hanyalah perubahan, dalam perjalanan kehidupannya manusia bisa dengan mudah untuk berubah haluan. Di dalam hidup yang singkat ini, jangan dilalui dengan kebohongan. Fokuslah dengan passion yang sesuai dengan diri kita!
“Ketika kamu bebas melakukan hal yang kamu suka untuk dirimu sendiri, itulah kejujuran.”

-Halaman 89


2017

Review Novel : The Bond

02.34

The Bond

Penulis                         : Eve Shi
Editor                          : Prisca Primasari
Proofreader                 : Tharien Indri
Designer Sampul         : Dwi Anissa anindhika
Penata Letak               : Gita Mariana
Penerbit                       : TWIGORA
Tahun Terbit                : 2016
Tebal Buku                  : 248 halaman
ISBN                           : 978-602-74924-0-0 


Aku akan memberitahumu sebuah cerita yang membuatku sangat tidak nyaman. Semuanya dimulai ketika aku menemukan sejumlah kaset peninggalan mendiang Mama. Mendengar kembali suara orang yang seumur hidup kau cintai menghangatkan hati dan jiwamu. Tapi yang aku temukan tak hanya itu. Mama bilang, ada sesuatu yang mencurigakan tentang rumah yang sedang aku tempati ini. Sesuatu yang belakangan membuatku terlibat dalam urusan masa lalu yang belum tuntas.
Sepanjang cerita ini, aku akan menyebutkan sejumlah karakter ; ada yang penting, dan ada juga yang hanya selewat lalu. Ada yang membuatku berdesir hangat, ada juga yang berniat menikamku dan mewarnai akhir cerita ini dengan lumuran darah.
Di situ jugalah letak masalahnya : aku benar-benar tidak bisa membedakan mereka
***
“Hidup bersama manusia lain saja kadang melelahkan. Hidup dengan mahluk tak kasatmata jelas mengganggu, terutama bagi orang yang rasional..”-halaman 60 
Berkisah tentang Shava –yang dipanggil Mama oleh Nina– yang tinggal bersama Bunda dan adik laki-lakinya, Daven di Rumah Belanda. Rumah ini merupakan peninggalan buyut Mama yang dibangun di awal abad ke-20. Krisis ekonomi membuat keluarga ini pindah sementara ke Rumah Belanda. Sebelumnya rumah ini hanya dikontrakkan atau dijaga oleh orang sewaan. Shava yang bercita-cita menjadi seorang dubber, merekam kisahnya dan keluarga saat tinggal di Rumah Belanda dalam beberapa kaset. Tidak hanya tentang kehidupan mereka tetapi juga tentang teka-teki penghuni lain di Rumah Belanda yang tak kasat mata.

Satu per satu kejadian aneh muncul, meski awalnya tidak terbiasa namun lama kelamaan Shava dan Daven mengerti tentang alasan keberadaan mereka. Penghuni tak kasat mata punya alasan tersendiri mengenai kemunculannya yang secara tiba-tiba. Seolah tak bisa mengelak, Shava dan Daven berusaha menyelesaikan masalah tersebut.

Sekian tahun berlalu, rahasia itu kembali terpendam, dan mencuat ketika Nina mendengarkan isi kaset-kaset tua peninggalan Mamanya. Nina merasa terlibat serta wajib menuntaskan misteri ketika kembali ke Rumah Belanda tersebut.
***
Novel ini serba pertama. Pertama kali baca terbitan Twigora yang bergenre horror/misteri, pertama kali baca novel kak Eve Shi, dan pertama kali juga menang giveaway via Goodreads. Sangat bersyukur untuk ini semua. Novel ini jadi penyegaran diantara kebanyakan novel-novel romance yang biasa aku baca.

Meskipun bergenre horror/misteri, novel ini tetap menampilkan dinamika dalam kehidupan keluarga. Karakter tokohnya sangat kuat, chemistry-nya berhasil dibangun dengan sangat baik dan terasa sangat emosional. Unsur romance di novel ini mendapatkan porsi yang sedikit. Ada beberapa adegan yang bikin deg-degan tapi overall novel ini masih bisa dibaca dan dinikmati bagi aku yang agak penakut ini hihi.. Novel ini juga menunjukkan bahwa keberadaan mereka yang tak kasatmata tidak selamanya memiliki maksud dan tujuan yang buruk bagi manusia.

Novel ini menggunakan alur maju mundur, beberapa BAB fokus menceritakan kejadian yang dialami satu tokoh tetapi tetap dengan menggunakan POV3. Penggambaran setting di tahun ini yang dialami Nina serta tahun 80-an pada jaman Shava dan Daven sangat kentara perbedaannya. Perpindahannya sangat mulus melalui perantara sebuah rekaman suara dalam sebuah kaset.

Tokoh yang menjadi favoritku di novel ini adalah Shava. Sepanjang cerita, kita diajak mengenal sosoknya sejak remaja hingga tua. Sosoknya bersemangat, pemberani dan sangat menyayangi keluarga. Setelah membaca bagian Afterword dari penulis di belakang cerita, aku baru tahu bahwa sosok Daven-lah yang memiliki peran penting dalam menginspirasi keseluruhan cerita ini. Hubungan keluarga ini sangat harmonis, walaupun tak berakhir manis.

Ceritanya berputar-putar, terjalin bagai sebuah ikatan seperti judulnya. Berbagai twist berhasil mengelabuiku, bahkan tidak menduga endingnya seperti itu. Aku puas mengikuti kisah Shava-Daven-Nina yang berbeda masa ini, Tidak terbayangkan bagaimana Nina bisa mengungkapkan misteri yang kompleks. Tidak hanya tentang ‘mereka’ tapi juga tentang masa lalu yang tidak pernah diketahui oleh Nina sebelumnya.
“Cinta memang jauh lebih rumit dan besar daripada pihak-pihak yang saling mencinta”-halaman 242

2017

Event : Ngobrolin Friendzone-an Sama Yang Berpengalaman

22.05

Mini Talkshow dan Booksigning #TEMANTAPIMENIKAH
Malang, 11 Februari 2017

Kehidupan rumah tangga Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion, kini tengah menjadi sorotan. Pasangan ini sering dianggap menjadi #RelationshipGoal oleh banyak orang. Bagaimana tidak? Kisah cinta mereka sangat fenomenal dan banyak memberikan inspirasi bagi yang terjebak perasaan cinta dalam hubungan persahabatan. Ayudia dan Ditto adalah contoh kisah friendzone yang berhasil lanjut ke pelaminan. Mereka mematahkan anggapan bahwa mencintai sahabat sendiri akan selalu berakhir mengenaskan.

Jauh sebelum dikenal sebagai public figure seperti sekarang, Ayudia dan Ditto berteman sejak duduk di bangku SMP. Mereka bersahabat selama 13 tahun dan tetap mendukung satu sama lain. Tidak hanya disaat suka dan duka, tetapi juga saat patah hati. Ayudia selalu ada untuk Ditto ketika putus dengan mantan kekasihnya. Begitu pula sebaliknya. Siapa yang menyangka, meskipun berganti-ganti pacar, Ditto memendam perasaannya kepada Ayudia sejak lama, dan selalu menahan diri untuk mengungkapkannya.

Dalam acara roadshow ke kota Malang, keduanya bercerita tentang novel berjudul Teman Tapi Menikah di Radio Kalimaya Bhaskara dan di Gramedia Basuki Rahmat. Si ‘buku Kuning’ ini memuat kisah persahabatan yang dituliskan oleh Ayudia dan Ditto berdasarkan pengalaman pribadi yang mereka alami. Bisa dikatakan, kisah nyata yang dinovelkan dengan dua tokoh utamanya Ayudia dan Ditto. Novel ini ditulis ketika Ayudia sedang mengandung Dia Sekala Bumi, dan dirampungkan dalam waktu enam bulan. Menurut keduanya, ketika menulis novel ini mereka merasa kembali bernostalgia, mengulang hal-hal yang pernah mereka alami bersama. Baik Ayudia maupun Ditto saling mengonfirmasi satu sama lain mengenai peristiwa-peristiwa yang akan mereka tulis di dalam buku. Karena idenya berdasarkan memori mereka, tidak ada kesulitan berarti yang mereka hadapi. Dukanya, ketika menulis novel ini Ayudia dan Ditto sedang menjalin hubungan Long Distance Marriage, Jakarta-Bali sehingga sempat berkejaran dengan deadline penerbitan.

Jika banyak yang beranggapan novel ini datar tanpa konflik, kamu salah besar! Konflik yang dimunculkan di novel ini adalah konflik batin. Memendam perasaan untuk sahabat selama 13 tahun bukanlah hal yang mudah. Hal inilah yang diungkapkan oleh Ditto. Ia mengatakan bahwa jangan ajak sahabatmu untuk berpacaran, tetapi jadikan ia sebagai teman hidup. Ditto juga berpesan untuk menikmati masa muda untuk belajar mencari banyak teman sebelum akhirnya menikah dengan pasangan yang tepat di waktu yang tepat. Sangat menginspirasi!

Sejak rilis hingga saat ini, novel Teman Tapi Menikah sudah memasuki cetakan ke-6. Sebagai penulis novel yang sama sekali tidak memiliki background menulis sebelumnya, Ayudia dan Ditto merasa bahagia sekaligus tidak menyangka dengan antusiasme pembaca dan penggemar mereka. Keduanya juga mengatakan bahwa mereka suka berkarya, masih banyak belajar dan dibantu oleh pihak penerbitan. Terbukti! Gramedia Basuki Rahmat Malang penuh sesak oleh penggemar keluarga kecil ini.  Banyak yang mengantri untuk sekedar berjumpa dengan Sekala, berfoto bersama dan meminta tanda tangan Ayudia-Ditto pada buku Teman Tapi Menikah.

Tidak hanya berbincang tentang Teman Tapi Menikah, di acara Mini Talkshow dan Booksigning ini Ayudia dan Ditto banyak memberikan tips-tips seputar percintaan khususnya bagi yang sedang terjebak friendzone. Ayudia juga menyanyikan lagu terbaru dari project Teman Tapi Menikah berjudul Dengarkan Dia. Keduanya mengaku bahwa saat ini sedang dalam proses penggarapan buku kedua, mempersiapkan Teman Tapi Menikah The Movie dan Project Musik Teman Tapi Menikah yang terdiri dari beberapa lagu yang mereka garap bersama. Sukses yaa, ditunggu main-mainnya lagi ke Malang ^^

“Jodoh itu nggak usah jauh nyarinya. Lihat di sekeliling lo, siapa tahu salah satunya jadi jodoh lo.” #TEMANTAPIMENIKAH

2017

Blogtour : Me Without You (Winner Announcement)

02.20

Blogtour : Me Without You (Winner Announcement)

Holaaa.. Ada yang udah nungguin pengumuman pemenang giveaway di blogtour novel Me Without You? Naaah.. di postingan ini kamu akan tahu siapa yang cerita pengalaman tentang pengorbanan yang paling menyentuh sekaligus aktif join di program #bacabareng #MeWithoutYou di twitter. Tapi sebelum mengumumkan pemenangnya, aku mau mengucapkan terima kasih banget untuk semua yang sudah berpartisipasi di program ini, baik di blog maupun di twitter. Semuanya antusias meramaikan program ini dan punya cerita yang menarik tentang pengorbanan untuk orang yang tersayang.
 Oke deh langsung aja. Congratulations for…..

Humaira Balfas
Twitter : @RaaChoco

Yeeay! Selamat kamu dapat Paket Novel  Me Without You dari Mbak Evi. Tolong segera konfirmasi data diri dengan mengirimkan email ke rinspiration95@gmail.com dengan subyek : “GA Me Without You” dengan menyertakan nama lengkap, akun sosmed (twitter/IG), alamat lengkap serta no hp yang bisa dihubungi. Setelah hadiahnya diterima, harap memberikan konfirmasi kepada kami melalui twitter atau instagram dengan menyertakan foto hadiahnya. Mau buat review atau kesan-kesan saat membaca juga boleh banget

Buat yang belum beruntung di blogtour ini, jangan patah semangat karena sedang ada giveaway di instagramnya @NovelAddict_. Ketinggalan ikut blogtour ini? Kamu bisa baca review ku untuk novel Me Without You disini.

Aku juga mau ngucapin terima kasih juga buat Mbak Evi yang sudah mengajak aku bekerja sama di blogtour ini. Host blogtour kece yang lain -kak Rizky, Kak Asri, Kiky dan Kak Ika- yang banyak membantuku. Senang sekali bisa ikut berpartisipasi, semoga berkenan ya. Ditunggu kerjasama-kerjasama selanjutnya. Sukses untuk kita semua!


Jangan lupa terus pantengin akun sosmedku, follow twitter @rinicipta dan IG @rinspirations. Follow juga blog rinspiration95.blogspot.com via GFC atau email, siapa tau ada blogtour dan giveaway menarik lainnya. See you! ^^