Review Novel : Strawberry Cheesecake

18.18

Strawberry Cheesecake

Penulis : Ayuwidya
Penyunting : Hutami Suryaningtyas dan Dila Maretihaqsari
Perancang Sampul : Nocturvis
Ilustrasi Isi : Labusiam
Pemeriksa Aksara : Kiki Riskita Sari
Penata Aksara : Anik Nurcahyati dan Martin Buczer
Digitalisasi : R. Guruh Pamungkas
Penerbit         : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 304 halaman


Selama menjadi artis terkenal, tantangan kali ini benar-benar mengusik Alana. Demi menarik simpati pujaan hati yang tak kunjung menerima cintanya, Alana menerima tantangan itu. Reality Show membuat kue! Di sinilah petaka dimulai. Alana bisa melakukan apapun, kecuali memasak! Kalau bukan karena Aidan, mana mungkin ia bersusah-susah melakukan ini.
Ia terpaksa harus berbohong di depan kamera bahwa ia mahir membuat cake. Adonan menjijikkan, kue bantat, dekorasi mengerikan adalah hasil karya Alana selama proses syuting. Untungnya, ia bertemu Regan, seorang karyawan baru di Strawberry Garden Deli, kafe tempat mereka syuting. Alana takjub dengan kemampuan Regan membuat kue. Karenanya, Alana membujuk Regan habis-habisan untuk mengajarinya demi keperluan syuting.
Meski Regan galak dan menyebalkan, Alana  terpaksa belajar darinya. Alana benci menghadapi Regan yang sok cool itusetiap hari. Alana benci ketika Regan selalu meremehkan kemampuannya, yang sebenarnya memang tidak ada. Alana benci terlihat bodoh di depan Regan. Dan, yang paling tidak disukai Alana adalah ia benci harus menyangkal tunas-tunas perasaan yang tumbuh di hatinya untuk Regan.
***
“Apakah semua laki-laki mengukur kesempurnaan perempuan berdasarkan keahliannya di dapur?”-Halaman 13
Suasana yang fun dan menyenangkan sudah terasa sejak pertama kali membaca novel ini. Salah satu novel seri Yummy-Lit yang sudah aku cicipi selain Deesert. Tidak hanya lewat benang merah cerita yang bertema cake dan strawberry, pembaca juga mendapat ‘resep rahasia’ berbagai olahan kue lezat berbahan dasar strawberry ala Regan. Cara pembuatannya pun sangat detail tapi tidak kaku seperti buku tutorial memasak. Dengan membacanya saja, aku yakin banyak yang langsung mencoba membuatnya. Apalagi kalau ditemani sama Regan hihii..

Kalau dari segi cerita, novel ini punya rumus yang standar. Cinta karena terbiasa, lalu mulai mencari berbagai hal yang dapat meyakinkan kita terhadap perasaan tersebut. Well, meskipun kita bisa mendapat gambaran cerita melalui sinopsis tapi nyatanya begitu banyak hal yang tidak terduga. Untuk menjadikan rumus itu tidak membosankan, banyak part-part yang dibuat nggak biasa –cenderung unik dan tentu saja kocak!

Alana dan Regan bergantian bercerita dengan POV1 dari sudut pandang masing-masing. Perbedaannya dari segi gaya bicara sangat terlihat. Hanya saja Alana dan Regan tidak mendapat porsi yang seimbang saat bercerita. Latar belakang kehidupan Alana dan Regan juga tidak dibahas secara mendalam, padahal menurutku hal ini dapat mendukung cerita dan memperkuat karakter tokohnya.

Semua tokohnya manusiawi, tidak ada yang benar-benar sempurna. Baik Alana maupun Regan memiliki sisi positif dan negatif yang membuat pembaca mudah mencintai tokoh-tokoh di novel ini. Alana, meskipun manja dan nekat tapi aku salut dengan semangatnya. Ia tipikal orang yang pekerja keras, mau belajar, dan pantang menyerah. Regan, cowok yang passionate dan super sabar menghadapi Alana yang kadang sangat menyebalkan. Tapi ia juga sering bertindak tidak dewasa dengan melarikan diri dari masalah. Regan juga tidak bisa menyembunyikan sisi dirinya yang tidak tegaan dan sangat rapuh.

Novel ini lebih dari sekedar novel yang menghibur. Banyak life lesson yang bisa kita dapatkan setelah membaca. Melalui pengalaman Alana, aku mendapat bukti bahwa kata-kata bisa memberi efek yang sangat dahsyat bagi diri kita maupun orang lain. Aku juga makin percaya bahwa satu-satunya hal yang kekal hanyalah perubahan, dalam perjalanan kehidupannya manusia bisa dengan mudah untuk berubah haluan. Di dalam hidup yang singkat ini, jangan dilalui dengan kebohongan. Fokuslah dengan passion yang sesuai dengan diri kita!
“Ketika kamu bebas melakukan hal yang kamu suka untuk dirimu sendiri, itulah kejujuran.”

-Halaman 89


2017

Review Novel : The Bond

02.34

The Bond

Penulis                         : Eve Shi
Editor                          : Prisca Primasari
Proofreader                 : Tharien Indri
Designer Sampul         : Dwi Anissa anindhika
Penata Letak               : Gita Mariana
Penerbit                       : TWIGORA
Tahun Terbit                : 2016
Tebal Buku                  : 248 halaman
ISBN                           : 978-602-74924-0-0 
 

Aku akan memberitahumu sebuah cerita yang membuatku sangat tidak nyaman. Semuanya dimulai ketika aku menemukan sejumlah kaset peninggalan mendiang Mama. Mendengar kembali suara orang yang seumur hidup kau cintai menghangatkan hati dan jiwamu. Tapi yang aku temukan tak hanya itu. Mama bilang, ada sesuatu yang mencurigakan tentang rumah yang sedang aku tempati ini. Sesuatu yang belakangan membuatku terlibat dalam urusan masa lalu yang belum tuntas.
Sepanjang cerita ini, aku akan menyebutkan sejumlah karakter ; ada yang penting, dan ada juga yang hanya selewat lalu. Ada yang membuatku berdesir hangat, ada juga yang berniat menikamku dan mewarnai akhir cerita ini dengan lumuran darah.
Di situ jugalah letak masalahnya : aku benar-benar tidak bisa membedakan mereka
***
“Hidup bersama manusia lain saja kadang melelahkan. Hidup dengan mahluk tak kasatmata jelas mengganggu, terutama bagi orang yang rasional..”-halaman 60 
Berkisah tentang Shava –yang dipanggil Mama oleh Nina– yang tinggal bersama Bunda dan adik laki-lakinya, Daven di Rumah Belanda. Rumah ini merupakan peninggalan buyut Mama yang dibangun di awal abad ke-20. Krisis ekonomi membuat keluarga ini pindah sementara ke Rumah Belanda. Sebelumnya rumah ini hanya dikontrakkan atau dijaga oleh orang sewaan. Shava yang bercita-cita menjadi seorang dubber, merekam kisahnya dan keluarga saat tinggal di Rumah Belanda dalam beberapa kaset. Tidak hanya tentang kehidupan mereka tetapi juga tentang teka-teki penghuni lain di Rumah Belanda yang tak kasat mata.

Satu per satu kejadian aneh muncul, meski awalnya tidak terbiasa namun lama kelamaan Shava dan Daven mengerti tentang alasan keberadaan mereka. Penghuni tak kasat mata punya alasan tersendiri mengenai kemunculannya yang secara tiba-tiba. Seolah tak bisa mengelak, Shava dan Daven berusaha menyelesaikan masalah tersebut.

Sekian tahun berlalu, rahasia itu kembali terpendam, dan mencuat ketika Nina mendengarkan isi kaset-kaset tua peninggalan Mamanya. Nina merasa terlibat serta wajib menuntaskan misteri ketika kembali ke Rumah Belanda tersebut.
***
Novel ini serba pertama. Pertama kali baca terbitan Twigora yang bergenre horror/misteri, pertama kali baca novel kak Eve Shi, dan pertama kali juga menang giveaway via Goodreads. Sangat bersyukur untuk ini semua. Novel ini jadi penyegaran diantara kebanyakan novel-novel romance yang biasa aku baca.

Meskipun bergenre horror/misteri, novel ini tetap menampilkan dinamika dalam kehidupan keluarga. Karakter tokohnya sangat kuat, chemistry-nya berhasil dibangun dengan sangat baik dan terasa sangat emosional. Unsur romance di novel ini mendapatkan porsi yang sedikit. Ada beberapa adegan yang bikin deg-degan tapi overall novel ini masih bisa dibaca dan dinikmati bagi aku yang agak penakut ini hihi.. Novel ini juga menunjukkan bahwa keberadaan mereka yang tak kasatmata tidak selamanya memiliki maksud dan tujuan yang buruk bagi manusia.

Novel ini menggunakan alur maju mundur, beberapa BAB fokus menceritakan kejadian yang dialami satu tokoh tetapi tetap dengan menggunakan POV3. Penggambaran setting di tahun ini yang dialami Nina serta tahun 80-an pada jaman Shava dan Daven sangat kentara perbedaannya. Perpindahannya sangat mulus melalui perantara sebuah rekaman suara dalam sebuah kaset.

Tokoh yang menjadi favoritku di novel ini adalah Shava. Sepanjang cerita, kita diajak mengenal sosoknya sejak remaja hingga tua. Sosoknya bersemangat, pemberani dan sangat menyayangi keluarga. Setelah membaca bagian Afterword dari penulis di belakang cerita, aku baru tahu bahwa sosok Daven-lah yang memiliki peran penting dalam menginspirasi keseluruhan cerita ini. Hubungan keluarga ini sangat harmonis, walaupun tak berakhir manis.

Ceritanya berputar-putar, terjalin bagai sebuah ikatan seperti judulnya. Berbagai twist berhasil mengelabuiku, bahkan tidak menduga endingnya seperti itu. Aku puas mengikuti kisah Shava-Daven-Nina yang berbeda masa ini, Tidak terbayangkan bagaimana Nina bisa mengungkapkan misteri yang kompleks. Tidak hanya tentang ‘mereka’ tapi juga tentang masa lalu yang tidak pernah diketahui oleh Nina sebelumnya.
“Cinta memang jauh lebih rumit dan besar daripada pihak-pihak yang saling mencinta”-halaman 242

2017

Event : Ngobrolin Friendzone-an Sama Yang Berpengalaman

22.05

Mini Talkshow dan Booksigning #TEMANTAPIMENIKAH
Malang, 11 Februari 2017

Kehidupan rumah tangga Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion, kini tengah menjadi sorotan. Pasangan ini sering dianggap menjadi #RelationshipGoal oleh banyak orang. Bagaimana tidak? Kisah cinta mereka sangat fenomenal dan banyak memberikan inspirasi bagi yang terjebak perasaan cinta dalam hubungan persahabatan. Ayudia dan Ditto adalah contoh kisah friendzone yang berhasil lanjut ke pelaminan. Mereka mematahkan anggapan bahwa mencintai sahabat sendiri akan selalu berakhir mengenaskan.

Jauh sebelum dikenal sebagai public figure seperti sekarang, Ayudia dan Ditto berteman sejak duduk di bangku SMP. Mereka bersahabat selama 13 tahun dan tetap mendukung satu sama lain. Tidak hanya disaat suka dan duka, tetapi juga saat patah hati. Ayudia selalu ada untuk Ditto ketika putus dengan mantan kekasihnya. Begitu pula sebaliknya. Siapa yang menyangka, meskipun berganti-ganti pacar, Ditto memendam perasaannya kepada Ayudia sejak lama, dan selalu menahan diri untuk mengungkapkannya.

Dalam acara roadshow ke kota Malang, keduanya bercerita tentang novel berjudul Teman Tapi Menikah di Radio Kalimaya Bhaskara dan di Gramedia Basuki Rahmat. Si ‘buku Kuning’ ini memuat kisah persahabatan yang dituliskan oleh Ayudia dan Ditto berdasarkan pengalaman pribadi yang mereka alami. Bisa dikatakan, kisah nyata yang dinovelkan dengan dua tokoh utamanya Ayudia dan Ditto. Novel ini ditulis ketika Ayudia sedang mengandung Dia Sekala Bumi, dan dirampungkan dalam waktu enam bulan. Menurut keduanya, ketika menulis novel ini mereka merasa kembali bernostalgia, mengulang hal-hal yang pernah mereka alami bersama. Baik Ayudia maupun Ditto saling mengonfirmasi satu sama lain mengenai peristiwa-peristiwa yang akan mereka tulis di dalam buku. Karena idenya berdasarkan memori mereka, tidak ada kesulitan berarti yang mereka hadapi. Dukanya, ketika menulis novel ini Ayudia dan Ditto sedang menjalin hubungan Long Distance Marriage, Jakarta-Bali sehingga sempat berkejaran dengan deadline penerbitan.

Jika banyak yang beranggapan novel ini datar tanpa konflik, kamu salah besar! Konflik yang dimunculkan di novel ini adalah konflik batin. Memendam perasaan untuk sahabat selama 13 tahun bukanlah hal yang mudah. Hal inilah yang diungkapkan oleh Ditto. Ia mengatakan bahwa jangan ajak sahabatmu untuk berpacaran, tetapi jadikan ia sebagai teman hidup. Ditto juga berpesan untuk menikmati masa muda untuk belajar mencari banyak teman sebelum akhirnya menikah dengan pasangan yang tepat di waktu yang tepat. Sangat menginspirasi!

Sejak rilis hingga saat ini, novel Teman Tapi Menikah sudah memasuki cetakan ke-6. Sebagai penulis novel yang sama sekali tidak memiliki background menulis sebelumnya, Ayudia dan Ditto merasa bahagia sekaligus tidak menyangka dengan antusiasme pembaca dan penggemar mereka. Keduanya juga mengatakan bahwa mereka suka berkarya, masih banyak belajar dan dibantu oleh pihak penerbitan. Terbukti! Gramedia Basuki Rahmat Malang penuh sesak oleh penggemar keluarga kecil ini.  Banyak yang mengantri untuk sekedar berjumpa dengan Sekala, berfoto bersama dan meminta tanda tangan Ayudia-Ditto pada buku Teman Tapi Menikah.

Tidak hanya berbincang tentang Teman Tapi Menikah, di acara Mini Talkshow dan Booksigning ini Ayudia dan Ditto banyak memberikan tips-tips seputar percintaan khususnya bagi yang sedang terjebak friendzone. Ayudia juga menyanyikan lagu terbaru dari project Teman Tapi Menikah berjudul Dengarkan Dia. Keduanya mengaku bahwa saat ini sedang dalam proses penggarapan buku kedua, mempersiapkan Teman Tapi Menikah The Movie dan Project Musik Teman Tapi Menikah yang terdiri dari beberapa lagu yang mereka garap bersama. Sukses yaa, ditunggu main-mainnya lagi ke Malang ^^

“Jodoh itu nggak usah jauh nyarinya. Lihat di sekeliling lo, siapa tahu salah satunya jadi jodoh lo.” #TEMANTAPIMENIKAH

2017

Blogtour : Me Without You (Winner Announcement)

02.20

Blogtour : Me Without You (Winner Announcement)

Holaaa.. Ada yang udah nungguin pengumuman pemenang giveaway di blogtour novel Me Without You? Naaah.. di postingan ini kamu akan tahu siapa yang cerita pengalaman tentang pengorbanan yang paling menyentuh sekaligus aktif join di program #bacabareng #MeWithoutYou di twitter. Tapi sebelum mengumumkan pemenangnya, aku mau mengucapkan terima kasih banget untuk semua yang sudah berpartisipasi di program ini, baik di blog maupun di twitter. Semuanya antusias meramaikan program ini dan punya cerita yang menarik tentang pengorbanan untuk orang yang tersayang.
 Oke deh langsung aja. Congratulations for…..

Humaira Balfas
Twitter : @RaaChoco

Yeeay! Selamat kamu dapat Paket Novel  Me Without You dari Mbak Evi. Tolong segera konfirmasi data diri dengan mengirimkan email ke rinspiration95@gmail.com dengan subyek : “GA Me Without You” dengan menyertakan nama lengkap, akun sosmed (twitter/IG), alamat lengkap serta no hp yang bisa dihubungi. Setelah hadiahnya diterima, harap memberikan konfirmasi kepada kami melalui twitter atau instagram dengan menyertakan foto hadiahnya. Mau buat review atau kesan-kesan saat membaca juga boleh banget

Buat yang belum beruntung di blogtour ini, jangan patah semangat karena sedang ada giveaway di instagramnya @NovelAddict_. Ketinggalan ikut blogtour ini? Kamu bisa baca review ku untuk novel Me Without You disini.

Aku juga mau ngucapin terima kasih juga buat Mbak Evi yang sudah mengajak aku bekerja sama di blogtour ini. Host blogtour kece yang lain -kak Rizky, Kak Asri, Kiky dan Kak Ika- yang banyak membantuku. Senang sekali bisa ikut berpartisipasi, semoga berkenan ya. Ditunggu kerjasama-kerjasama selanjutnya. Sukses untuk kita semua!


Jangan lupa terus pantengin akun sosmedku, follow twitter @rinicipta dan IG @rinspirations. Follow juga blog rinspiration95.blogspot.com via GFC atau email, siapa tau ada blogtour dan giveaway menarik lainnya. See you! ^^

2017

Blogtour : If You Come Back (Winner Announcement)

02.52

Blogtour : If You Come Back (Winner Announcement)

Holaaa.. Ada yang udah nungguin pengumuman pemenang giveaway If You Come Back? Banyak jawaban yang menarik tapi tetap harus pilih satu yang terbaik. Tapi sebelum mengumumkan pemenangnya, aku mau mengucapkan terima kasih banget untuk semua yang sudah berpartisipasi di giveaway pertama yang diadakan di blogku. Semuanya punya pendapat masing-masing. Kebanyakan sih lebih memilih menikah dengan sahabat walaupun dia pernah menghilang dari hidupnya dibandingkan dengan sang mantan yang pernah menyakiti hati. Apa pun pilihan kalian, semoga menemukan jodoh yang benar-benar tulus mencintai kalian yaa. Entah itu sahabat, mantan atau siapapun deh hehe..
Oke deh langsung aja.. Congratulations for…..

"Rizka Dwi"
Twitter : @ricarizkaa

Yeeay! Selamat kamu dapat 1 eks novel If You Come Back dari kak Evril. Tolong segera konfirmasi data diri dengan mengirimkan email ke rinspiration95@gmail.com dengan subyek : “GA If You Come Back 2” dengan menyertakan nama lengkap, akun sosmed (twittrer/IG), alamat lengkap serta no hp yang bisa dihubungi. Setelah hadiahnya diterima, harap memberikan konfirmasi kepada kami melalui twitter atau instagram dengan menyertakan foto hadiahnya. Mau buat review atau kesan-kesan saat membaca juga boleh banget

Buat yang belum beruntung di blogtour ini, jangan patah semangat karena blogtour giveaway juga ada di blognya kak Asri Rahayu. Ketinggalan ikut blogtour ini? Kamu bisa baca review ku untuk novel If You Come Back disini.

Aku juga mau ngucapin terima kasih juga buat kak Evril, kak Asri Rahayu dan kak Rizky Mirgawati yang sudah mengajak aku bekerja sama di blogtour ini. Senang sekali bisa ikut berpartisipasi, semoga berkenan ya. Ditunggu kerjasama-kerjasama selanjutnya. Sukses untuk kita semua!

Jangan lupa terus pantengin akun sosmedku, follow twitter @rinicipta dan IG @rinspirations. Follow juga blog rinspiration95.blogspot.com via GFC atau email, siapa tau ada blogtour dan giveaway menarik lainnya. See you! ^^

2017

Review Novel : Me Without You (Blogtour Giveaway)

18.41

Me Without You

Penulis : Kezia Evi Wiadji
Penyunting : Ani Nuraini Syahara
Desain : Amanda M.T. Castilani
Ilustrasi : Sierra Aine
Penerbit : Penerbit Bhuana Sastra (Imprint Penerbit Bhuana Ilmu Populer)
Tahun Terbit : Desember, 2016
Tebal Buku : 251 halaman
ISBN : 978-602-394-381-4

Mona
Gadis kolokan, keras kepala dan ceroboh. Memulai kehidupan barunya sebagai mahasiswi di Yogyakarta bersama Ronald, kakak yang disayanginya.
Ronald
Kepala program studi sekaligus dosen favorit. Mendapat ultimatum dari orangtuanya untuk menjaga Mona, adik semata wayang yang dikasihinya.
Hubungan baik dan rukun kakak beradik sedari kecil ini terkoyak ketika seorang cowok berhasil mencuri hati Mona. Juga karena munculnya seorang wanita dari masa lalu Ronald.
Ketika rahasia hati telah dibuka dan masa lalu yang kelam menjadi saksinya, dapatkah hubungan Mona dan Ronald kembali seperti semula?
***

“Jika kesalahan masa lalu hanya bisa ditebus dengan pengorbanan, aku akan melakukannya dengan senang hati, Tuhan.”
-halaman 228

Ketika membaca sinopsisnya, aku membayangkan berbagai kemungkinan jalan cerita novel ini. Kebiasaanku tiap baca novel memang. Tapi aku sama sekali nggak ada gambaran apa pun saat membaca sinopsisnya. Masih perlu banyak hal untuk bisa menyatukan kepingan-kepingan puztzle yang berserakan di kepalaku. Begitu pula saat membaca puisi di bagian Prolog, aku sibuk menerka-nerka. Nggak nyangka aja kalau ceritanya bisa ‘disimpan rapi’ begitu. Mbak Evi jago eksekusi twist di setiap novelnya. As always.

Satu hal lagi yang jadi ciri khas Mbak Evi yang paling aku suka adalah bahasanya yang mengalir, page turner banget! Nggak kerasa aja udah sampai terakhir, saking asyiknya baca. Novel ini lebih dari sekedar novel remaja. Konflik yang disuguhkan sebenarnya cukup rumit, tapi disampaikan dengan baik oleh penulis. Ada beberapa part dalam novel ini yang buat aku jadi teringat sama suasana awal ketika merantau sekaligus menjadi mahasiswi baru seperti Mona. Jadi kangen juga dengan suasana ngumpul sama keluarga. Jadi kangen banget sama mama. Lewat novel ini aku dapat pelajaran berharga, agar berdamai dengan masa lalu seberat apa pun kita melaluinya dulu. Aku juga menyadari bahwa Kemaha Kuasaan Tuhan selalu kita alami dan rasakan dalam kehidupan kita.

Novel ini mengambil setting di kota pelajar, Yogyakarta. Ronald dan Kennath diceritakan berada di kampus yang sama meski berbeda fakultas. Selain kehidupan kampus, Kennath dan Mona juga banyak mengajak pembaca untuk berkunjung ke spot-spot menarik di Yogyakarta dan sekitarnya. Tidak ketinggalan mencicipi berbagai kuliner khas yang buat kita lapar seketika bahkan hanya dengan membaca.

Penulis berhasil menghidupkan tokohnya sesuai dengan karakter masing-masing. Hanya saja menurutku, karakter Nadia belum banyak mendapat porsi disini. Oya, aku menemukan kesalahan pada halaman 198, yang dimaksud adalah Kennath tapi yang ditulis adalah Ronald. Sebenarnya, masih penasaran sih sama kelanjutan hubungan Mona dan Kennath gimana. Hmm.. gimana kalau Kennath sama aku aja? *gandeng*

 “Bukankah mengampuni lebih baik daripada mendendam? Bukankah mengasihi lebih baik daripada membenci? Aapakah ia hanya akan mengasihi orang-orang yang mengasihinya? Bukankah kasih sesungguhnya adalah mengasihi siapa saja tanpa terkecuali.”
-halaman 245

Gimana tertarik juga baca novel ini? Kamu bisa mendapatkan satu paket novel cantik secara cuma-cuma di pekan terakhir blogtour ini! Btw, ini giveaway spesial karena nggak cuma ikutan di blogtour dan giveaway aja, kamu juga bisa berpartisipasi di program baca bareng via twitter setiap pkl 19.00-selesai.

Jadi cara ikutan program ini gampang aja
1. Punya alamat pengiriman di wilayah Indonesia.
2. Follow kami via twitter @rinicipta, @keziaeviwiadji dan @penerbit_bip atau via instagram @rinspirations @keziaeviwiadji dan @bipgramedia. Like juga fanpages facebook penulisnya di Kezia Evi Wiadji. Follow blog ini sekalian juga boleh.
3. Share informasi blogtour giveaway ini dengan hastag #MeWithoutYou, jangan lupa mention/tag kami sesuai dengan sosial media yang kamu gunakan untuk share. Share-nya boleh sekalian mention temen-temenmu, sesering dan semenarik mungkin. Bebas!
4.Ikuti program #BacaBarengMWY #MeWithoutYou setiap harinya pada pukul 19.00-selesai. Kamu boleh ikutan share pengalaman membaca novel ini (bagi yang udah baca), atau share komentar kamu dengan balas, me-retweet dan sebagainya. Ini juga jadi penilaian yang bisa meningkatkan kesempatan kamu buat menang di blogtour ini, lho!
5. Jawab pertanyaan dengan format nama, akun sosial media (Twitter/IG), email, link share dan jawaban. Pertanyaannya :
“Ceritakanlah pengorbanan apa yang pernah kamu lakukan untuk orang yang kamu sayangi!” 

6. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 22-26 Januari 2017 dan diumumkan segera setelah penutupan. Pemenang dipilih berdasarkan jawaban yang paling menarik, jadi siapkan jawaban terbaikmu yaa! Pemenang akan aku hubungi via sosial media/email.
7.Good luck!

Review Novel : If You Come Back (Blogtour Giveaway)

16.54

If You Come Back



Penulis             : Evril
Editor              : Afrianty P. Pardede
Penerbit           : Elex Media
Tebal Buku      : 374 Halaman
Tahun Terbit    : 2016
ISBN               : 978-602-02-9594-7

Enam tahun, Halim Perdana Kusuma selalu percaya bahwa dirinya membenci Mahira, mantan istrinya. Namun, ketika takdir kembali mempertemukan mereka, Halim yakin ada yang salah dengan dirinya. Benci tidak cukup kuat untuk menahan Halim agar tidak mengikuti perempuan itu hingga ke rumahnya –rumah mereka di masa lalu. Jelas itu keputusan yang salah, karena kenekatan itu justru berujung pada pertemuannya dengan Gara, anak laki-lakinya, yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Siapa sangka, kehadiran bocah itu bisa menguah segalanya. Termasuk membuka rahasia penyebab perpisahan Halim dan Mahira.
***
“Cinta bisa tumbuh karena kebersamaan yang terus menerus. Apalagi dengan orang yang pernah kita cintai.” -halaman 156
Halim dan Mahira menikah saat usia mereka masih sangat muda, saat duduk di bangku SMA. Alasannya klise, karena keduanya dijodohkan sejak bayi oleh kedua kakek mereka. Menikah di usia muda tentunya memiliki tanggung jawab dan beban yang besar. Awalnya keduanya merasa tidak cocok, tapi lama kelamaan saling jatuh cinta. Namun, pernikahan mereka mengalami banyak ujian sehingga pada usia 21 tahun, keduanya resmi menjadi janda dan duda. Keduanya gagal mempertahankan rumah tangga mereka yang baru berjalan selama tiga tahun.

Ketika kembali bertemu, Halim melihat Mahira mengajak seorang anak laki-laki yang langsung memanggilnya sebagai ayah. Halim tentu saja tak percaya, tapi perasaannya tentang bocah itu tidak bisa dibohongi. Semakin menyangkal, ia justru semakin penasaran. Segalanya semakin rumit. Ia tidak pernah tahu kalau apa yang telah dialaminya bersama Mahira, mulai jelas sejak hari itu.
***

Ada yang berbeda dari novel berlabel “Le Mariage” terbitan Elex Media yang satu ini. Masih seputar pernikahan, bukan tentang cerita menjelang Hari-H yang mendebarkan atau lika-liku kehidupan rumah tangga. Tapi tentang dua orang yang pernah menikah lalu memutuskan untuk berpisah dan kembali bertemu dengan cara mengejutkan. Dari judulnya aja, sudah bisa menebak kan kalau kisah re-marriage ini akan menjadi sangat menarik? Bertemu dengan mantan suami/istri pasti menimbulkan sensasi tersendiri, lebih dari sekedar ketemu mantan pacar atau bahkan mantan gebetan. Berbagai kenangan dan perasaan yang susah dijelaskan kembali muncul. Apalagi penyebab retaknya rumah tangga adalah karena sesuatu yang tidak menyenangkan. Begitu juga dengan yang dialami Halim dan Mahira.

Hubungan pasangan ini bisa dikatakan tidak jelas. Benci tapi cinta. Kangen tapi nggak mau mengungkapkan. Aku suka dengan interaksi keduanya, meski sudah dewasa tapi sikap mereka kadang masih kekanakan dan bikin gemes. Nggak manis tapi romantis hihihii.. Dari awal pembaca sudah diajak untuk mengetahui latar belakang kehidupan pernikahan mereka, diceritakan sekilas secara flashback. Beranjak ke halaman-halaman selanjutnya, banyak rahasia  yang mulai terkuak. Kak Evril menyimpan ‘masalah utamanya’ dengan sangat rapi. Selain itu, ia juga berhasil menceritakan novel ini dengan baik, jauh dari kisah yang ‘drama’.

Semua tokoh di novel ini loveable dan pas! Halim, si sexy slash hot daddy yang bakal buat pembaca jadi berandai-andai punya suami seperti dia. Mahira, sosok ibu sekaligus single fighter yang tegar dan sabarnya luar biasa. Beruntung banget Mahira masih dikelilingi oleh orang-orang yang sangat mendukungnya di saat yang sulit. Gara, anak kecil ini sangat cerdas untuk anak usia sebayanya. Kepolosan tingkahnya minta diunyel-unyel deh! Salut juga dengan tokoh Halim. Dia sangat cepat beradaptasi dengan keadaannya. Aku pasti tidak bisa bersikap sebaik dirinya jika berada di posisi yang sama. Ana juga berhasil membuatku sangat simpati, sampai nggak percaya.

Sepanjang membaca novel ini, aku masih menemukan typo tapi sangat minim. Cara Halim memanggil Ana dengan sebutan Anna atau Anne, tidak konsisten menurutku agak mengganggu. Selebihnya suka! Dalam sebuah hubungan, komunikasi dan kepercayaan memang jadi yang utama. Kesalahpahaman sekecil apapun harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah yang berpotensi untuk merusak hubungan di hari kemudian. Oyaa.. aku masuk #TeamCakra! Sayang aja kalau cowok sepotensial dia dilewatkan begitu saja. Semoga kak Evril memunculkan cowok itu lagi di buku selanjutnya ^^


Gimana tertarik juga baca novel ini? Kamu bisa mendapatkannya secara cuma-cuma hanya dengan ikutan giveaway-nya! Btw, ini giveaway spesial karena giveaway pertama di blog ku hihii.. jadi cara ikutannya gampang aja
     - Punya alamat pengiriman di wilayah Indonesia.
       - Follow kami via twitter @rinicipta dan @elexmedia atau via instagram @rinspirations @evrilproject dan @elexmedia. Follow blog ini via GFC  juga boleh.
 - Share informasi blogtour giveaway ini dengan hastag #IfYouComeBack, jangan lupa mention/tag kami sesuai dengan sosial media yang kamu gunakan untuk share. Share-nya boleh sekalian mention temen-temenmu, sesering dan semenarik mungkin. Bebas!
     - Jawab pertanyaan dengan format nama, akun sosial media (Twitter/IG), email, link share dan jawaban. Pertanyaannya :
“Kamu lebih memilih menikah dengan mantan yang pernah menyakitimu atau dengan sahabat yang pernah hilang dari hidupmu? Alasannya?”

5  - Giveaway ini berlangsung dari tanggal 17-21 Januari 2017 dan diumumkan segera setelah penutupan. Pemenang dipilih berdasarkan jawaban yang paling menarik, jadi siapkan jawaban terbaikmu yaa! Pemenang akan aku hubungi via sosial media/email. Good luck!
   
     Jangan lupa ikuti rangkaian blogtour #IfYouComeBack di tanggal 12-16 Januari 2017 di blog kak  Rizky Mirgawati dan 22-16 Januari 2017 di blog kak Asri Rahayu