Review Novel : Then I Hate You So

03.38

Then I Hate You So




Penulis             : Andry Setiawan
Penyunting      : Tia Widiana
Desain Cover  : Dedy Andrianto
Ilustrasi Isi      : Tomoyuki Nokui
Penerbit           : Penerbit Haru
Tahun Terbit    : 2012
Tebal Buku      : 319 Halaman


Suatu malam aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu..
Saat aku menyadari hal itu, kau tiba-tiba menghilang..

            Semuanya berawal dari bencana tsunami yang mengguncang Jepang. Itoyama Luca mengira sudah memiliki segalanya. Kepintaran, karir yang sukses bahkan tampang yang keren. Tapi semuanya seolah tidak berarti setelah bencana itu. Kekacauan di Jepang membuat perasaan yang sempat menghilang muncul kembali. Dan takdir pun menuntunnya menyelesaikan perasaan anehnya itu.
     Han Naran, model cantik yang wajahnya mengiasi papan iklan Korea itu berhasil menyembunyikan isi hatinya selama tujuh tahun. Bencana alam Jepang membuat perasaan itu bangkit kembali dan malah semakin menggebu.
***

            Jika bercerita cita rasa, novel ini seperti novel terjemahan dari Penerbit Haru yang lainnya. Padahal sebenarnya novel ini ditulis oleh penulis Indonesia. Pengalaman beliau tinggal beberapa tahun di Jepang, pengalaman mengalami gempa serta merasakan kekacauan setelah kejadian itu membuat novel ini terasa sangat nyata. Meski alurnya agak lambat di awal-awal bab, tapi akhirnya mulai ‘greget’ setelah ada bab flashback. Ceritanya cukup mudah ditebak, tapi ada twist tidak terduga yang dibuat oleh penulis. Hanya saja aku masih belum sepenuhnya memahami, kenapa Naran bersikap ketakutan pada Luca pada awalnya?
            Novel ini tidak sepenuhnya menggunakan setting Negara Jepang tetapi juga Negara Korea Selatan. Penggambaran deskripsinya kuat, termasuk dengan bahasa yang digunakan, dilengkapi dengan footnote. Penggembaran pekerjaan Naran sudah cukup bagus, tapi pekerjaan Luca sepertinya perlu dieksplor lebih banyak lagi. Dalam penulisan, masih ada beberapa kesalahan penulisan maupun inkonsistensi penggunaan nama tokoh. Nama Luca Itoyama sering dituliskan terbalik. Pada bab terakhir yang sudah menggunakan nama Nana, masih sering dituliskan dengan nama Naran.

            Covernya yang manis serta kisah tentang masa lalu, cinta dan dendam jadi daya tarik utama novel ini. Kisahnya yang sederhana digambarkan dengan apik. Pecinta drama Korea atau Jepang pasti sangat menikmati kisah Luca dan Naran ini. Tiga bintang untuk perkenalan pertamaku dengan karya kak Andry ini. Then I Hate You So merupakan novel pertama yang ditulis oleh Kak Andry. Karya beliau lainnya adalah Ojou! (2013), When The Star Falls (2015) dan Sayap-Sayap Kecil (2015).

Review Kumcer : Ladies' Journey

05.58

LADIES’ JOURNEY
Karena setiap perjalanan menyimpan cerita…

Penulis             : Lala Purwono, Triani Retno, Icha Ayu, Nimas Aksan, Yuska Vonita,
                           Eva Sri Rahayu, Theresia Anik, Lygia Pecanduhujan, Judith Hutapea,
                           Tikah Kumala, Mpok Mercy Sitanggang, Widya Ross, Ririe Rengganis
Editor              : Herlina P. Dewi
Proofreader     : Tikah Kumala
Layout Isi        : DeeJe
Desain Sampul: Teguh Santosa
Penerbit           : Stiletto Book
Tebal Buku      : 168 halaman
Tahun Terbit    : Juni, 2013
Fiksi-Kumpulan Cerita Pendek



Setiap perjalanan menyimpan cerita : kepedihan, kekecewaan, kehangatan, ataupun kebahagiaan. Begitulah kisah-kisah yang terangkum dalam buku ini. Mereka meninggalkan rumah untuk mencari kepastian, mencari cinta, menemukan jati diri atau bahkan untuk kabur dari hiruk-pikuknya hidup.
Beberapa perempuan menempuh jarak dan waktu, demi cinta. Di sudut Jakarta, Lina harus menabung keberanian untuk kembali pulang dengan sekoper kesedihan. Sementara Clara menemukan dirinya kembali di negeri antah-berantah. Perempuan lainnya sibuk membuang masa lalu dan mulai mengoleksi kepingan-kepingan masa depan.
Kisah dalam buku ini akan mengantarkanmu menjelajah waktu dan menelusuri kenangan, karena setiap perjalanan menyimpan cerita.
***

Perjalanan itu petualangan. Kayak ngumpulin kenangan. Lewat perjalanan. Aku mengenali diri dan sekitar –hlmn.86 (Perjalanan Kenangan – Eva Sri Rahayu)

Buku ini bukanlah buku kumpulan cerpen pertama yang kubaca, tapi merupakan buku dengan jumlah kontributor terbanyak. Beberapa diantara kontributor kumpulan cerpen ini adalah seorang penulis yang telah menghasilkan tulisan dalam bentuk novel. Aku juga pernah membaca tulisan mereka. Dalam antologi ini, semua kontributor melebur jadi satu. Bercerita tentang makna perjalanan yang mengubah dunia mereka. Menjadi lebih baik, atau bahkan lebih buruk.
Selain kisah Lana dan Clara yang dimunculkan dalam blurb, ternyata masih banyak kisah yang menginspirasi lainnya. Aku terkesan dengan kisah Keala dan Zelmania. Latar belakang perempuan-perempuan yang menjadi tokoh tiap cerpen beraneka ragam. Karakter mereka digambarkan tangguh tapi rapuh. Setting tempat yang muncul juga bermacam-macam, mulai dari dalam hingga luar negeri. Beberapa cerpen beralur cepat, ada pula yang ending-nya kurang gereget. Penggunaan POV yang dominan POV1 membuat pembaca seolah-olah menjadi tokoh langsung, melakukan perjalanan dan menemukan makna dari perjalanan itu.

“Aku bertemu pelangi, aku bertemu hujan yang merindukan bumi. Aku bertemu timur dan barat. Aku menjumpai banyak sosok yang berperan penting dalam perjalanan hidupku. Dan aku menjumpainya..” –hlmn. 142 (Aku Pasti Kembali – Lygia Pecanduhujan)

Setiap perjalanan selalu memiliki makna. Dalam kumpulan cerpen kisah perjalanan perempuan-perempuan hebat ini, terangkum tentang makna kehidupan secara keseluruhan. Perjalanan membuat mereka lebih mengenali diri sendiri, bertemu dengan orang dan lingkungan baru, membenahi dirinya menjadi lebih baik dan melupakan segala sesuatu yang tidak menyenangkan dalam hidup.

Haru, lucu, menggebu-gebu. Semuanya solid menjadi satu dan menginspirasi semua pembaca, utamanya para perempuan. Mungkin sebuah perjalanan dapat menjadi pilihan bagimu yang perlu perubahan bermakna dalam hidup. Karena sejatinya, setiap perjalanan pasti punya tujuan dan yang terpenting bukanlah tujuannya tapi proses menuju tujuan itu sehingga kita bisa memaknai perjalanan sebagai proses yang menyenangkan. Jangan lupa bawa serta buku ini sebagai teman dalam setiap perjalanan untuk sebuah perubahan!


Review Novel : The Stardust Catcher

02.22

The Stardust Catcher

Penulis                         : Suarcani
Editor                          : Didiet Prihastuti
Desain Sampul            : Orkha Creative
Tahun Terbit                : 2016
Tebal buku                  : 184 halaman
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama
Young Adult

“Apa harapanmu tahun ini?”
Joe : Punya alternatif lain untuk berbahagia selain dengan mencari pasangan.
Mela : Mendapat tambahan umur setidaknya empat tahun lagi, yah.. biar bisa main remi lebih lama lagi sih

Bermula dari secarik kertas dalam jaket di commuter line, Joe dan Mela bercengkerama lewat ask.fm. Selama setahun, hanya lewat media sosial itulah mereka berhubungan. Hingga Joe tertinggal rombongan saat liburan bersama teman-teman kuliahnya. Ia tersesat di Bali. Sendirian.
Saat itulah Sally Cinnamon mncul dan mengaku sebagai peri yang akan mempertemukan Joe dengan jodohnya. Wait, peri jodoh? Yang benar saja?
Ditemani Sally, Joe berusaha mencari rombongannya. Petualangan yang mempertemukannya dengan Mela, si spa therapist yang sekarat.
Apakah Mela jodoh yang dimaksud Sally? Apakah Joe benar-benar tersesat dan bukannya sengaja menghilang karena protes akan perceraian orang tuanya?
***

“Yang Joe tidak ketahui, ketika pintu kereta kembali menutup setelah meludahkan tubuhnya, kertas dalam jaket itu lenyap dengan sendirinya” -9
Ada yang berbeda dengan perjalanan Joe hari itu. Bukan karena suasana commuter line yang lengang, tidak seperti biasanya. Tapi karena ia menemukan sebuah kertas di dalam sebuah kantong jaket seseorang yang tertinggal disana. Sebuah kertas berisikan kutipan percakapan seseorang bernama stardustscatcher di ask.fm. Joe membaca setiap percakapan dan menyimpan nama itu di otaknya. Tanpa Joe ketahui, nantinya nama itulah yang mengubah hidupnya. Tapi benarkah kertas itu adalah bagian dari sebuah misi?
“Entahlah, Joe sendiri bahkan tidak tahu apa yang harus dia harapkan. Mama dan Papa batal bercerai? Itu rajukan kosong” -14
Kepergian Joe untuk berlibur ke Bali, sebenarnya hanya untuk mengalihkan pikirannya yang kacau. Rumahnya sepi, hubungan kedua orang tuanya tidak harmonis sehingga memilih untuk bercerai. Sementara Mela, seorang spa therapist di daerah Ubud yang lucu dan ceria, juga menyimpan masalah yang tak kalah besarnya. Bagaimana cara Sally mempertemukan Joe dan Mela?
***

“Kehidupan memang begini. Beberapa orang memang memiliki jalan yang lurus. Nah, orang-orang terpilih seperti kita akan dihadapkan pada kondisi tertentu yang berbeda. Pada akhirnya ini akan membuat kita lebih kuat daripada yang lain” –halaman 169
Mengejutkan! Membaca novel ini seperti dapat pengalaman menakjubkan di setiap halamannya. Cara pertemuan yang sama sekali tidak romantis bagi pasangan yang ‘berjodoh’. Novel ini diceritakan dengan POV3 yang luwes. Meskipun keberadaan Sally, lebih akrab dengan Joe. Mengutip kalimat di halaman 182 bahwa pertemuan karena insiden itu bisa jadi awal dari pertemuan-pertemuan yang tidak terduga selanjutnya. Seperti itulah yang dialami oleh Joe, Mela dan Sally.
Dengan mengambil setting di daerah Bali, mulai dari Denpasar-Badung-Tabanan-Singaraja-Ubud, membuat pembaca secara tidak langsung mengeksplor Bali lebih banyak lagi. Meskipun tidak melalui tempat-tempat wisatanya. Petualangan Joe terasa sangat nyata bagiku, karena sebagian besar tempatnya kuketahui. Jadi tidak sulit berimajinasi dan merasakan apa yang dialami oleh Joe dan Mela ketika membaca novel ini.
Karakter tokoh dalam novel ini sangat bertolak belakang, tapi bisa dihidupkan oleh penulis. Joe sangat keras kepala, Mela yang lucu dan ceria. Selain itu keberadaan Sally, seorang peri yang sifatnya kekanakan membuat kisah ini semakin berwarna. Selipan unsur fantasi yang diluar nalar juga mendukung cerita ini. Keberadaan Sally membuatku bertanya-tanya mungkinkah Sally yang disebutkan itu adalah Sally yang sama atau kebetulan sama? Oya.. di akhir cerita juga bakal ada bonus yang bikin kamu makin merasa greget! Nggak nyangka aja kalau kisah ini akan menjadi begitu.
Seperti biasa, novel lini Young Adult GPU selalu menyajikan cerita menarik yang beda dari biasanya. Dengan jumlah halaman novel yang cukup tipis ini, tapi tidak mengurangi keseruan dan makna dari cerita yang ingin disampaikan oleh penulis. Novel ini memberikan inspirasi, direkomendasikan bagi kamu yang sering merasa bahwa hidup ini tidak adil! Semoga setelah membaca, merasa tergugah ya. Atau kalau kamu bertanya-tanya apakah kamu juga memiliki seorang peri jodoh? Apakah suatu saat peri jodoh itu akan menampakkan diri jika jodohmu sudah dekat? Kayaknya kamu harus ‘order’ khusus buat titip pesan lewat Sally sama ibu peri Suarcani nih. Hahaha..
Novel ini adalah novel kedua karya Suarcani yang lahir melalui GWP (Gramedia Writing Project). Sebelumnya, beliau juga pernah menjuarai kontes menulis sekaligus menerbitkan novel yang berjudul Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta.

Review Novel : Love in Adelaide

06.56

Love In Adelaide

Penulis                         : Arumi Eko
Editor                          : Donna Widjajanto
Desain Sampul            : Orkha Creative
Desain Isi                    : Nur Wulan
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit                : 2015
Tebal Buku                  : 227 Halaman

            Aleska tak punya pilihan selain mengikuti ibunya memulai hidup baru di Adelaide, tinggal serumah bersama dua saudara tiri dengan karakter berbeda. Zach Myers yang overprotective dan Sarah Mayers yang tak pernah bersikap manis.
            Hidup yang sulit di negeri baru terasa lebih ringan sejak Aleska mengenal Neil Wilkins, pemuda Austalia berdarah Inggris-Aborigin. Rekan sekerja yang menyelamatkan dari pemuda-pemuda mabuk ini sudah terbiasa menghadapi kerasnya hidup sebagai keturunan Aborigin. Dari kebersamaan, perlahan tumbuh perasaan yang sulit dicegah. Keduanya tak mampu berpisah walau ada jurang perbedaan besar di antara mereka. Kerumitan  bertambah ketika Sarah secara terang-terngan menggoda Neil dan Zach tak bosan-bosannya mengingatkan Aleska tentang rambu-rambu agama yang tak boleh dilanggar.
            Ketika masa tinggal Aleska di kota itu berakhir dan dia harus pulang ke Bandung, ada tanya yang menggelayuti hatinya : Haruskah ia kembali ke Adelaide untuk memperjuangkan hubungannya dengan Neil? Apa pula misi Zach yang tanpa terduga menyusulnya ke Bandung?
***
            Love in Adelaide merupakan salah satu dari seri Around The World With Love Series Batch 1 yang terbit bersama dengan Love in Marrakech (Irene Dyah), Love in Paris (Nadia Silvarani), Love in Edinburgh (Indah Hanaco). Sesuai dengan seriesnya, novel ini menampilkan kisah cinta yang dialami oleh tokohnya dengan setting berbagai Negara di berbagai penjuru dunia. Tentu saja, tidak hanya kisah cinta tetapi juga berkaitan dengan hal lain yang bernafaskan islami.
            Novel ini mengambil setting di Bandung, kota kelahiran Aleska dan juga Adelaide, yang menjadi tempat tinggal baru baru Aleska setelah ibunya menikah dengan Abraham Mayers. Kota Adelaide dijelaskan dengan sangat baik di novel ini. Riset mengenai setting tempat, tidak hanya tentang tempat wisata, mode transportasi, kebiasaan hidup masyarakat, keberadaan suku Aborigin sebagai penduduk asli Australia, tetapi juga terkait dengan kehidupan masyarakat muslim disana.
            Kehidupan di Adelaide yang sangat beragam, seperti di Indonesia juga memberikan banyak pesan moral bagi kita untuk saling menghargai sesama manusia dan tidak bersikap rasis terhadap agama maupun suku tertentu. Keberadaan Aleska sebagai pendatang, juga dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan masyarakat muslim di luar negeri, khususnya Adelaide. Meskipun banyak memuat hal-hal islami, tetapi secara keseluruhan penulis berhasil menyampaikan nilai-nilai kebaikan yang dapat diterima secara universal, antara hubungan manusia dengan alam, manusia dengan sesamanya dan juga manusia kepada Tuhan.
            Beberapa part dalam novel, diceritakan hanya dengan paragraf yang hanya dijelaskan tanpa percakapan, sehingga alur cerita menjadi sangat cepat. Ada juga hal mengejutkan yang masih menyimpan misteri, sehingga para pembaca wajib mengikuti kisah cinta Aleska-Neil Wilkins yang rumit, serta kelanjutan kehidupan Zach dan keluarga The Mayer’s lainnya di novel Love in Sydney.

            Love in Sydney sudah terbit bersama dengan tiga novel lainnya yang merupakan bagian dari seri Around The World With Love Series Batch 2, yaitu Love In Auckland (Indah Hanaco), Love in London (Nadia Silvarani) dan Love in Blue City (Irene Dyah). Segera lengkapi koleksimu dan siap-siap jatuh cinta sambil berkeliling dunia!

Review Novel : Ailurofil

01.28

Ailurofil


Penulis                         : Triani Retno A.
Editor                          : Irna Permanasari
Desain Sampul            : Marcel A.W
Layout                         : Ayu Lestari
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit                : 2016
Tebal Buku                  : 184 Halaman

Ai.lu.ro.fi.li: Orang yang sangat tertarik pada kucing
            Nasya Aurelia sangat suka kucing. Ia bercita-cita ingin memiliki cat shop, lengkap dengan salon kucing, hotel kucing, klinik kucing hingga panti asuhan dan kursus kucing.  Tapi Nasya bingung, di kampus mana ia harus kuliah agar cita-cita itu terwujud. Tidak ada satu pun kampus yang menyediakan Fakultas Ilmu Kucing. Gimana dong?
            Namun, masalah rencana kuliah itu belum seberapa dibanding kegalauannya. Setelah sekian lama naksir diam-diam dan akhirnya jadian, Nasya baru menyadari bahwa Rio –cowok paling keren di sekolah– ternyata benci banget sama kucing. Masa ia harus mutusin cowok demi kucing?
            Hingga suatu saat sahabatnya, Alvin, menyodorkan ide brilian yang bikin mata dan pikiran Nasya terbuka..
***

Wuuaaahh! Udah lama banget rasanya nggak baca teenlit hehe.. Meskipun telah mencoba mencicipi berbagai macam lini dan genre tapi teenlit selalu jadi salah satu favoritku. Novel ini cocok banget sebagai bacaan ringan yang mengangkat seputar kehidupan remaja seperti Nasya. Ceritanya nggak jauh-jauhlah dari moment cinta pertama, konflik persahabatan dan pencarian jati diri yang relate banget sama kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan jumlah halaman yang cukup tipis, bisa dibaca sekali duduk sambil melepas penat atau bernostalgia *eh?*
Sesuai dengan judulnya, tema besar tentang kucing dieksekusi dengan baik oleh penulis. Kisah ini juga nggak cuma sekedar tentang hobi dan passion terhadap kucing aja, tapi dilengkapi dengan hal-hal menarik  dan fakta tentang kucing yang jarang kita ketahui. Misalnya apa guna ekor kucing? Kenapa kucing makan rumput? Berapa jumlah jari kucing? Apa itu Felinophobia? Kalau bukan pecinta kucing pasti nggak bisa jawab pertanyan-pertanyaan tersebut. Pengetahuan dan hobi penulis terkait kucing ditambah riset membuat novel ini jadi sangat informatif. Aku bukan tipikal pembenci kucing dan pecinta kucing, netral aja sih. Meskipun begitu,  aku sangat menikmati cerita keseharian Nasya saat menekuni hobinya karena seru dan membuatnya selalu bersemangat.
Novel ini juga nggak selalu tentang kucing, tapi juga tentang masa depan. Nasya menginspirasi kita untuk nggak cuma fokus ke hobi tapi juga bisa bersikap realistis dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang bisa kita lakukan untuk mencapai  impian-impian kita. Tentunya tanpa membuat kita meninggalkan passion. Wajib nih buat para remaja yang bingung menentukanjalan hidup kedepannya, semoga bisa tercerahkan.

Dari segi cover, cute banget! Kesan awalku, ini adalah buku anak-anak tapi untung terselamatkan dengan adanya label teenlit. Dari segi penokohan sudah cukup baik hanya saja menurutku tokoh Rio masih kurang dimunculkan dan kesannya terburu-buru. Interaksi Nasya-Rio sebagai pasangan juga sangat minim. Tokoh favoritku jatuh pada sosok Alvin. Menurutku, Alvin ini bukan tipikal bad boy yang bikin ilfeel. Alvin adalah teman sharing yang menyenangkan. Orangnya bijak, pengertian dan berwawasan jauh ke depan. Idamaan!

Review Novel : Meragu

00.55

MERAGU

Penulis             : Indah Hanaco
Editor              : Della Firayana
Proofreader     : Moh. Rido
Penata Letak   : Irene Yunita
Desain Sampul: Dwi Annisa Anindhika
Penerbit           : Bukune
Tebal Buku      : 350 halaman
Tahun Terbit    : 2013

Maukah kau berjanji kepadaku?
Akan selalu mencintaiku setiap detiknya selama aku bernapas?
Bahwa kamu tidak akan pernah kehilangan kasih sayang untukku?
Karena aku akan melakukan hal yang sama. Aku mencintaimu.
Aku ingin membagi kisah hidupku bersamamu. Cuma kamu.
Aku tidak akan membicarakan masa lalu.. yang hanya akan menyakiti kita.
Janji yang terucap di antara kita akan senantiasa kugenggam, untuk selamanya. Karena itu, maukah kau melupakan dia?
***
            Meragu menceritakan tentang kisah Priska, wanita berusia 27 tahun ini telah 10 tahun menjalani hubungan dengan Wima. Meskipun dianggap sudah cukup matang dan siap untuk berumah tangga, nyatanya hubungan Priska dan Wima masih jalan di tempat. Salah satu penyebabnya adalah karena Wima ingin fokus ke kariernya terlebih dahulu. Priska tak pernah mempermasalahkan itu, namun Rere –sahabatnya, Ifa dan Manda –saudaranya menganggap ada sesuatu yang tidak beres pada Priska dan Wima sehingga mereka tidak mendukung hubungan itu. Mereka bahkan berusaha menjodohkan Priska dengan mempertemukannya dengan sepupu pacar Rere, bahkan menjawab iklan perjodohan di majalah serta mengatur kencan buta tanpa sepengetahuan Priska! Laki-laki yang menulis iklan perjodohan itu bernama Leon. Kesan di pertemuan pertama sangat tidak menyenangkan, sehingga Priska menganggap bahwa segalanya telah selesai hari itu. Lagipula siapa yang mau menerima perjodohan konyol seperti itu? Apalagi dia sudah memiliki Wima, kekasih yang sangat ia cintai.
            Novel ini adalah novel karya Indah Hanaco yang pertama kali aku baca. Sangat terlambat, memang. Tapi lebih baik daripada tidak pernah mengenal penulis yang sangat produktif ini. Aku suka gaya menulisnya, suka dengan cara penulis menceritakan tokohnya yang loveable banget! Setelah ini, kemungkinan akan berburu novel-novelnya yang lain.
Aku suka novel ini karena punya banyak kejutan yang tidak terbayangkan di setiap BAB nya. Banyak hal yang tidak biasa tapi nyata terjadi. Menurutku, hal itulah yang membuat ceritanya makin menarik, misalnya cara pertemuan pertama Priska dan Leon. Diceritakan dengan POV1, dari sudut pandang Priska membuat makin kerasaa feelnya, apalagi saat jatuh cinta. Meskipun endingnya bisa tertebak, tapi selama perjalan menuju ending banyak disuguhkan adegan yang bikin kita serasa naik roller coaster, campur aduk! *speechless*
Menurutku, Leon itu too good to be true. Tapi untungnya, mbak Indah tetap menuliskan sedikit kekurangan sehingga jadi lebih manusiawi. Tokoh pendukungnya seperi Rere, kak Ifa, dan Manda diceritakan dengan porsi yang pas. Hanya saja, aku merasa Wima bisa diceritakan lebih gahar lagi atau lebih banyak menunjukkan sikapnya biar konfliknya jadi lebih greget.
            Untuk covernya, cantik dengan warna yang soft tapi aku masih belum paham keterkaitan cover dengan isi ceritanya hehe.. Ada beberapa kesalahan penulisan yang masih aku temukan, mungkin sekitar empat kata. Nggak masalah sih, aku nggak terganggu dan masih bisa menikmati kisah ini. Aku kasih tiga bintang deh buat Leon Harfansa yang pengin segera di-kloning dan dijadikan pendamping! 

Review Novel : Coppelia

05.15



Coppelia


Penulis                         : Novellina Apsari
Editor                          : Ruth Pricilia Angelina
Desain Sampul            : Orkha Creative
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit                : 2015
Tebal Buku                  : 188 Halaman
            Sejak kecil Oliver sudah jatuh cinta pada Nefertiti yang aneh. Namun, tetangga depan rumah sekaligus teman sekelasnya itu tiba-tiba menghilang. Oliver ditinggalkan sebelum sempat membuat gadis itu mengingat namanya.
            Sampai ke Jerman, Oliver mencari cinta pertamanya. Hingga akhirnya mereka bertemu. Tetapi, keadaan telah berubah. Nefertiti bukan lagi gadis yag dulu. Penari balet itu terluka sangat dalam dan menganggap cinta sebagai rasa asing yang terlalu merah untuk ia miliki.
            Akankah cinta menemukan jalannya, atau Nefertiti tidak akan dapat meloloskan diri dari masa lalunya yang begitu dingin.. Sedingin kisah boneka Coppelia yang begitu dicintai ibunya.
***
Coppelia. I am the Queen of Mediocre. Running away is my best talent and achievement. Coppelia merupakan salah satu tarian balet terkenal ciptaan Arthur Saint Leon dan pertama kali ditampilkan di Paris 1870. Coppelia bercerita tentang sebuah boneka yang sangat mirip dengan manusia, dibuat oleh Dr. Coppelius hingga membuat seorang pemuda lokal bernama Frans tergila-gila dan meninggalkan tunangannya, Swanhilde. Karena cintanya yang begitu dalam, Dr. Coppelius berambisi membuat Coppelia hidup dengan cara menjerat jiwa Frans.
            Awalnya, aku memang belum mengerti sepenuhnya arti dari paragraf tersebut. Tapi setelah membaca keseluruhan, utamanya mulai pada BAB terakhir aku mulai memahami kenapa tarian balet ini mempengaruhi keseluruhan cerita. Pembahasan mengenai beberapa bidang seni utamanya tentang tari balet.
            Setiap BAB, diceritakan dari sudut pandang orang pertama. Bergantian antara Nefertiti dan Oliver. Melalui sudut pandang mereka, jalan cerita yang agak rumit dapat terkuak. BAB pertama menunjukkan titik balik seorang Nefertiti melalui pertemuannya dengan Angeliki dan Timotheos. Selanjutnya secara bergantian Nefertiti dan Oliver bercerita dengan alur maju-mundur, tapi tidak membingungkan pembaca.
            Dari segi penokohan, aku suka dengan tokoh-tokohnya. Meski pemilihan namanya, ala-ala barat tetapi sangat unik dan langka. Nefertiti memiliki sisi kelam, pendiam dan malah menemukan kenyamanan dengan mereka yang luar biasa. Oliver yang mencintai Nefertiti dalam diam dan terus berjuang untuknya bahkan ketika gadis itu menghilang. Ibu Nefertiti yang sangat mencintai putrinya. Theos dan Mia yang istimewa tapi sayang hanya memiliki sedikit andil dalam novel ini.
Perpindahan setting tempat cukup cepat. Sesungguhnya interaksi Nefertiti dengan ayahnya dan Brian lebih bisa dieksplor lagi, apalagi Nefertiti dikatakan cukup dekat dengan keduanya. Over all, novel ini bisa jadi salah satu novel favorit bagi pecinta dark story.